Kisah Haru di Malam Idul Fitri, Pasutri Ini Menangis Kala Dinyatakan Sembuh dari Covid-19

oleh
Foto: Dokumen pribadi Irvan Fiftori

JURNALJAMBI.CO, Merangin – Malam Idul Fitri benar-benar menjadi malam penuh berkah pagi pasangan Irvan Fiftori (34) dan Kristina Yolanda (30). Pasalnya, warga Kabupaten Merangin itu dinyatakan sembuh dari Covid-19.

Tetesan air mata tak terbendung kala pihak Rumah Sakit Hanafie Bungo mengkonfirmasi kesembuhan keduanya. Maklum, selama diisolasi pasca positif Covid-19, Irvan dan Kristina terpaksa meninggalkan buah hatinya yang masih usia sekolah dasar selama lebih dari dua bulan. Kini, keduanya sudah diperbolehkan pulang dan menjalani isolasi mandiri.

“Masa Allah… luar biasa, selama saya dirujuk dan dirawat RS Hanafie, pelayanannya baik. Terima kasih banyak buat perawat dan dokter yang setiap hari selalu sabar menanyakan keluhan,” kata Kristina.

Meski mendapatkan pelayanan yang sangat baik, Kristina juga menceritakan kisah yang menurutnya lucu sekaligus menggelikan ketika melihat beberapa perawat dan cleaning servis yang takut melayani dirinya.

“Ada juga yang lucu sih, beberapa perawat dan cleaning servisnya yang ketakutan saat masuk ruangan kami. Seperti saat mau ngantar nasi itu cepat-cepat kayak berlari dan juga saat nyapu ruangan cepat-cepat seperti di kejar hantu,” kisahnya.

“Tapi kami senyum saja melihat yang seperti itu. Dan yang paling berkesan buat saya ketika malam idul Fitri di saat saya lagi down menangis teringat anak-anak dan orang tua, para perawatnya datang menghibur saya walaupun lewat telepon dan menguatkan saya, karena mereka melihat dari CCTV saya lagi menangis. Mereka sudah anggap pasien ini teman, sahabat, dan keluarga,” katanya sambil meneteskan air mata.

Sementara itu Irvan suami Kristina menambahkan jika dua bulan menjalani isolasi dan meninggalkan keluarga bukannya hal mudah.

Baca Juga:  Suroso: Kemungkinan Terjadi Politik Tidak Sehat di Tanjabbar

“Saya bersyukur bisa melewati ujian dari mu ya Robbi sungguh nikmat, dan Alhamdulillah kami sekeluarga bisa melewatinya dengan ikhlas, selama di uji sama Allah, diuji kesabaran yang masa Allah luar biasa,” kata Irvan.

Ditambahkan Irvan, dia berterima kasih banyak buat dokter dan perawat di RS Bangko dan Bungo selma mereka dirawat.

“Saya bersama istri sangat berterima kasih kepada dokter dan perawat yang sudah sabar, mengurus sampai kami sembuh, dan terima kasih banyak atas pelayanannya yang baik dan luar biasa bagus,” pungkasnya.

Saat ini pasutri ini melakukan isolasi mandiri selama 14 hari, dan hingga saat ini pun mereka masih terpisah dari anak dan keluarganya, mereka hanya bersilaturahmi melalui video call. (*)