PT SAL Sebut Tak Ada Penyerangan Pada Orang Rimba, Begini Klarifikasinya…

oleh

JURNALJAMBI.CO, Merangin – Kabar penyerangan Orang Rimba yang dilakukan oleh Security PT Sari Aditya Loka (SAL) Astra Group mendapat perhatian serius dari manajemen.

Dalam Pers Rilisnya, Manajer Hubungan Masyarakat PT SAL, Mochamad Husni menuturkan bahwa ada kesalahan persepsi dalam penyampaian informasi tentang kronologis kejadian penyerangan Orang Rimba pada tanggal 12 Mei yang lalu.

Berikut penjelasan manajemen PT SAL:

  1. Berita tentang penyerangan Orang Rimba yang dilakukan oleh Security PT SAL sama sekali tidak benar dan cenderung MENYUDUTKAN petugas security perusahaan perkebunan kelapa sawit yang bertanggung jawab terhadap keamanan banyak pihak, termasuk keamanan dan keselamatan Orang Rimba yang hidup berdampingan di sekitar perusahaan.
  2. Pada peristiwa itu pun TIDAK TERJADI PENYERANGAN terhadap Orang Rimba yang dilakukan oleh Security PT SAL.
  3. Pada malam tanggal 12 Mei 2020 sebanyak 2 orang anggota security PT Sari Aditya Loka (SAL) bertugas melakukan patroli di perbatasan kebun inti PT SAL dengan kebun Plasma KKPA (Kredit Koperasi Primer Anggota). Pada saat patroli, petugas security bertemu dengan 5 warga Orang Rimba kelompok Sikar yang membawa 5 unit motor berkeranjang. Anggota security mencoba berdialog dan menyampaikan pesan bahwa selain karyawan tidak diperbolehkan memasuki perkebunan perusahaan. Pesan ini harus disampaikan mengingat PROTOKOL OPERASIONAL PENCEGAHAN COVID-19 yang diterapkan PT SAL demi mencegah setiap orang (termasuk Orang Rimba) dari kemungkinan terinfeksi virus atau menginfeksi orang lainnya.
  4. Tetapi, yang terjadi justru di luar dugaan: petugas security itu dilempari batu oleh Orang Rimba tersebut. Saat itu pertengkaran dapat dihindari. Orang Rimba mau mengikuti arahan dua petugas security.
  5. Karena malam semakin larut, sesuai jadwal anggota security ditambah 3 orang lagi sehingga total menjadi 5 petugas security. Mereka melanjutkan kegiatan patroli. Namun, di tengah jalan tiba-tiba mereka dihadang oleh 8 Orang Rimba dan terjadilah pengeroyokan terhadap petugas security perusahaan. Mereka dipukul hingga babak belur dan basah kuyup karena diceburkan ke parit. Untuk menghindari perkelahian lebih lanjut, team security menghindar dan memilih mundur ke pos terdekat.
  6. Di pos ini para security bertemu dengan warga masyarakat yang kebetulan melintas. Warga masyarakat emosi karena ada anggota security yang menjadi korban tersebut yang merupakan warga desa mereka. Kemarahan itu mendorong warga mengajak tetangga-tetangganya untuk meminta pertanggungjawaban dari Orang Rimba. Dalam waktu singkat, terkumpul 80 hingga 100 orang yang mencari dan mengejar Orang Rimba yang mengeroyok warga mereka.
  7. Melihat warga desa yang sudah tersulut kemarahan, pihak perusahaan (PT SAL) menghubungi Polsek setempat agar tidak terjadi perkelahian lebih lanjut. Musyawarah dan langkah-angkah mediasi terus diupayakan agar permasalahan ini selesai dengan damai dan warga di semua desa sekitar perusahaan hidup rukun kembali.
  8. PT SAL ingin hidup dalam suasana harmonis seperti yang selama ini sudah berjalan bersama masyarakat desa sekitar maupun Orang Rimba. Apalagi di tengah suasana pandemi yang mengharuskan semua pihak bekerja sama lebih erat lagi. Terkait pandemi, PT SAL juga memberikan bantuan untuk meringankan beban masyarakat termasuk Orang Rimba. Selain berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang diwujudkan melalui program-program Corporate Social Responsibilty (CSR), selama ini PT SAL juga aktif membina kerja sama dengan warga masyarakat desa maupun Orang Rimba yang berada di sekitar perusahaan. Baik melalui program-program peningkatan ekonomi, pendidikan, kesehatan maupun lingkungan.
Baca Juga:  M. Hazil Aima Putra Cetuskan Ide Co Branding KTA DPRD dan ATM Bank 9 Jambi

Baca juga: Warsi: Security PT SAL Serang Orang Rimba, 11 Pondok Dirusak

“Dengan adanya penjelasan tersebut, Manajemen PT SAL berharap tidak ada lagi kesimpang siuran informasi tentang kabar penyerangan Orang Rimba yang dilakukan oleh Security PT SAL. Karena sejatinya, PT SAL sangat peduli terhadap Orang Rimba melalui program-program CSR yang telah disalurkan,” ujar Mochamad Husni. (*)

Penulis/Redaktur: Ivan Ginanjar