Insiden Penusukan Kapolsek Pelepat, Kades dan Puluhan Orang Diamankan

oleh

JURNALJAMBI.CO, Bungo – Insiden penusukan Kapolsek Pelepat Kabupaten bungo, Jambi, AKP Suhendri berbuntut panjang. Sedikitnya, 21 orang diamankan untuk dimintai keterangan.

“Tersangka belum ada kita tetapkan, baru berupa saksi-saksi saja. Saat ini sudah 21 orang yang kita amankan untuk dimintai keterangan sebagai saksi atas kejadian itu. Mereka semuanya adalah laki-laki yang kita periksa termasuk kadesnya juga kita mintai keterangan,” kata Kapolres Bungo, AKBP Trisaksono Puspo Aji, Rabu (13/05/).

Polisi juga sudah mengantongi beberapa nama dan foto yang diduga pelaku dalam peristiwa tersebut. Puspo Aji memastikan kasus ini akan diusut tuntas.

“Identitas dan foto-foto yang diduga provokator dalam insiden penyanderaan serta penusukan sudah ada. Namun, kita masih lengkapi lagi karena kita harus melengkapinya lagi. Namun bagaimanapun, kejadian ini akan terus ditindaklanjuti,” ujarnya.

Dikatakan, keributan diduga dipicu warga yang merasa terganggu karena tambang emas ilegal (Peti) di Desa Batu Kerbau Kecamatan Pekepat dirazia. Saat itu, dua pelaku Peti diamankan yang kemudian menimbulkan keributan dan berujung penyanderaan dan penusukan Kapolsek.

Aksi penyekapan dan penusukan pada polisi itu terjadi pada Minggu (10/5) malam. Saat itu, setelah merazia lokasi tambang emas ilegal, polisi kemudian dihadang oleh ratusan warga laki-laki dan perempuan. Penghadangan itu terjadi di Desa Belukar Panjang, oleh masyarakat desa setempat hingga terjadi keributan antara petugas dan masyarakat desa.

Saat terjadinya keributan, warga kemudian melakukan tindakan anarkis hingga menyebabkan kendaraan tim dari Polres rusak hingga menyebabkan Kapolsek atas nama AKP Suhendri mengalami luka tusuk. Tidak hanya itu, warga juga sempat menyekap tujuh polisi hingga akhirnya dapat dibebaskan petugas kembali. (*)

Penulis: Budi