Gara-gara Postingan Facebook, Bentrok Berdarah Hanguskan Satu Rumah dan Belasan Motor

oleh

JURNALJAMBI.CO, BUNGO – Bentrokan berdarah terjadi di Kecamatan Tanah Sepenggal, Kabupaten Bungo, Rabu (13/05) sekitar pukul 23.30 wib. Pemicunya ternyata berawal dari postingan di media sosial Facebook yang berisi nada hinaan.

Pihak kepolisian menyebutkan, pada Rabu (13/5) akun FB atas nama Defrianto Darmawan Saputra, pelajar asal Dusun Candi  mengunggah status berisi hinaan terhadap pemuda Dusun Lubuk Landai.

Status yang diunggah pukul 11.00 Wib itu pun viral. Namun Defrianto merasa tidak memosting status tersebut. Dia mengatakan akun yang berisi postingan hinaan dengan foto profil dirinya tersebut di hack/dibajak oleh orang lain. Akun tersebut sudah dilaporkan warga ke Polres Bungo dengan surat pengaduan No. STPP/151/V/2020/SPKT/Res Bungo.

Postingan yang sudah terlanjur viral itu memantik kemarhan pemuda Dusun Lubuk Landai. Mereka merencanakan aksi penyerangan ke Dusun Candi dengan mengumpulkan massa lebih kurang 50 orang.

Namun pemuda Dusun Candi  telah mengetahui rencana aksi tersebut. Mereka pun sudah siap siap, berkumpul di perbatasan dusun dengan membawa perlengkapan berupa kayu dan senjata tajam. Akibatnya bentrokan pun terjadi

Aksi penyerangan yang dilakukan secara brutal itu menyebabkan satu unit rumah dan belasan motor terbakar. Mobil Camat Tanah Sepenggal pun ikut jadi sasaran amukan masa. Kaca mobil pecah dan mengalami kerusakan di bagian body.

Rio (Kades) Lubuk Landai, Anhar juga terkena tembakan senapan angin di bagian punggung belakang dalam insiden tersebut. Kemudian, seoràng warga Lubuk Landai atas nama Aprizal mengalami luka bacokan.

Mengetahui kejadian tersebut, Kapolres Bungo AKBP Trisaksono Puspo Aji bersama anggota langsung turun ke lokasi mengamankan situasi. Kedua kelompok pemuda yang terlibat bentrok dibubarkan dan kembali ke dusun masing.

Baca Juga:  M. Hazil Aima Putra Cetuskan Ide Co Branding KTA DPRD dan ATM Bank 9 Jambi

Pihaknya pun melakukan mediasi perdamaian dengan memanggil tokoh masyarakat kedua dusun yang juga dihadiri oleh pihak Kecamatan Tanah Sepenggal dan Koramil 416-02/ Tanah Tumbuh. Dalam perundingan itu diputuskan memberikan  sangsi adat berupa sebilah pisau.

“Hari ini (Kamis, 14/05) juga dilakukan perundingan perdamaian di kantor Bupati Bungo,” singkatnya. (*)

Penulis: Budi