Buyung Desak Gugus Tugas Ungkap Data Rill, Jaya: Corona Bukan Aib yang Harus Ditutupi

oleh

JURNALJAMBI.CO, Merangin – Belakangan ini, penyebaran Covid-19 atau virus corona di Kabupaten Merangin cukup mengkhawatirkan.

Baru-baru ini, Tim Gugus Tugas penanganan Covid-19 Merangin mengungkapkan 2 warga yang positif terjangkit virus berdasarkan Rapid Test.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPD Pekat-IB Kabupaten Merangin, Yuzerman meyakini ada lebih banyak warga yang positif terjangkit virus. Namun, data itu seperti ditutup-tutupi.

“Saya mendapat informasi yang menurut saya akurat tentang warga Merangin lainnya yang terjangkit virus. Mereka tertular dari PDP seperti yang dialami oleh dua warga Merangin yang baru-baru ini dinyatakan positif berdasarkan Rapid Test. Tapi, data itu tidak diungkapkan. Update dari Gugus Tugas hanya menunjukkan jumlah ODP, tidak ada PDP,” ujar pria yang akrab disapa Buyung.

“Mungkin, kabar warga yang sebut saja dinyatakan positif berdasarkan Rapid Test bisa membuat warga resah. Tapi, dibalik keresahan itu, warga justru menjadi lebih waspada. Intinya, jangan terbiasa “menina bobokkan masyarakat”, nanti masyarakat teledor dan lalai,” ungkapnya.

Ia juga menilai, 2 warga yang positif berdasarkan Rapid Test terjadi karena kelalaian tim Gugus Tugas.

“Jauh sebelum ini, gugus tugas telah melakukan pengecekan kesehatan di perbatasan Merangin Kerinci terhadap TH, orang tua dari kedua warga yang positif itu. Hasilnya, suhu tubuh diatas normal. Tapi, gugus tugas hanya mengambil data dan melepaskan begitu saja tanpa ada tindak lanjut. Hasilnya, dua anak dinyatakan positif (Rapid Test),” tegas Buyung.

Hal senada diungkapkan oleh Camat Batang Masumai, Jaya Kusuma. Lewat video yang Ia upload di jejaring sosial, Jaya menegaskan bahwa Corona bukanlah aib yang harus ditutup-tutupi.

Ia meminta agar warga menyampaikan informasi jika ada yang baru pulang dari luar daerah.

Baca Juga:  Jelang PSU, KPU Tanjabtim Lantik 15 PPK dan 21 PPS

“Kami pernah melakukan pengecekan pada keluarga kedua warga yang positif (Rapid Test) pada tanggal 6 April 2020. Kata keluarga, terakhir berkomunikasi dengan TH itu tanggal 18 Maret 2020. Artinya, pada saat pengecekan itu hari ke-19 setelah pertemuan dengan TH. Makanya hasilnya negatif,” ujar Jaya.

“Kami belum puas, kami laporkan ke Kabupaten dan meminta agar 5 orang ditest (Rapid Test) tanggal 9 April kemaren. Hasilnya dua orang dinyatakan positif,” tambahnya.

Mendapati hasil tersebut, Ia bersama warga lainnya mendesak kejujuran dari keluarga pasien.

“Setelah didesak, baru terbuka bahwa komunikasi terakhir dengan TH itu tanggal 24 Maret, bukan 28 Maret seperti yang dilaporkan diawal,” bebernya.

“Meskipun ini hanya Rapit Test, tapi sebaiknya seluruh warga proaktif. Kalau mengandalkan kami (pemerintah) Kami juga tidak sanggup. Corona ini bukan aib yang harus ditutup-tutupi. Kita jaga keluarga kita dengan menyebarkan informasi. Kalau ada yang baru oulang dari luar, arahkan untuk Isolasi dan laporkan kepada pemerintah setempat,” pintanya. (*)

Penulis: Kariuk