Sejarah Perayaan April Mop yang Tidak Banyak Diketahui

oleh

JURNALJAMBI.CO – April Fool’s Day atau yang lebih dikenal dengan April Mop kerap dirayakan secara unik setiap tanggal 1 April oleh sebagian orang disejumlah negara.

Ditanggal ini orang akan melemparkan kebohongan, lelucon, dan tip

uan kepada orang lain tanpa merasa bersalah. Lalu seperti apa asal usul April Mop? Begini penjelasannya versi Prancis, seperti yang dilansir Indozone.id dari berbagai sumber, Rabu (1/4/2020).

Menurut ahli sejarah, April Mop muncul pada tahun 1582 saat Prancis mengganti kalender, dari Julian ke Gregorian, seperti yang diminta oleh Dewan Trent pada tahun 1563.

Pada abad pertengahan, di seluruh Eropa tahun baru dirayakan pada tanggal 25 Maret. Namun, di sejumlah lokasi di Prancis, tahun baru dirayakan hingga 1 April.

Kemudian setelah Raja Charles IX mengganti kalender, tahun baru dipindah menjadi setiap tanggal 1 Januari.

Dan mereka yang tetap merayakan tahun baru di tanggal 25 Maret hingga 1 April dijuluki poisson d’avril (ikan bulan April) yang diartikan orang yang mudah tertipu.

Dilansir INews UK oleh suara.com, sejarah dan asal-usul mengapa April Mop dirayakan dengan prank dan candaan yang tak jelas. Banyak teori yang mengungkapkan dari mana tradisi ini berasal, salah satunya yang paling terkenal adalah kisah The Canterbury Tales milik Geoffrey Chaucer.

Dalam Nun’s Priest’s Tale, Chauntecleer yang malang ditipu oleh serigala pada tanggal 1 April, dengan sebuah ungkapan “Syn March bigan thritty dayes and two” atau yang berarti adalah tanggal tersebut.

Akan tetapi belum jelas apakah maksud Chaucer memang tanggal 1 April. Sarjana modern memercayai bahwa ada kesalahan dalam mengkopi replika manuskrip dan sebenarnya yang dimaksud adalah “Syn March was gon”, atau sejak Maret selesai.

Baca Juga:  Peserta Sunatan Massal Gerakan Solidaritas Sunda Merangin Diarak Delman

Jika hal tersebut benar, maka frasa tersebut memiliki maksud awal 32 hari setelah Maret atau 2 Mei. Ini bukan tanggal acak, karena merupakan ulang tahun pertunangan Raja Inggris King Richard II dengan. Anne of Bohemia.

Teori lainnya datang dari Prancis selama Abad Pertengahan. Hal ini disebabkan hari Tahun Baru sebenarnya dirayakan pada 25 Maret di kebanyakan kota di Eropa dan area-area tertentu di Prancis, liburan Tahun Baru berakhir pada 1 April.

Mereka yang merayakan Tahun Baru pada tanggal alternatif di 1 Januari akan mengolok-olok orang yang merayakan pada Maret dan menciptakan adanya April Fools Day.

Belanda punya teori lain yang berbeda. Hari ini kerap dikaitkan dengan kemenangan Belanda di Perang Brielle di tahun 1572. Selama perang tersebut, Adipati Spanyol Álvarez de Toledo kalah, sehingga mengangkat frasa Belanda, “Op 1 april verloor Alva zijn bril”.

Yang bila diterjemahkan berarti “Pada tanggal 1 April, Alva kehilangan kacamatanya.” Itu sebuah permainan kata-kata. Karena “bril” dalam bahasa Belanda berarti kacamata, sehingga maksudnya Alva kehilangan Brielle maupun “bril” (kacamatanya).

Versi Norwegia

Menurut sejarah mitologi Norwegia, April mop adalah perayaan untuk menghormati Dewa Perusak dan Kekacauan, Loki.

Dalam sejarah negara tersebut, April Mop pun disebut sebagai Hari Loki atau Loki Bot. Demikian dilansir dari Refinery 29. Peringatan ini ialah merupakan perayaan untuk menghormati dewa perusak dan kekacauan Norwegia yaitu Loki. Untuk memperingatinya, mereka melakukan perayaan dengan saling menjaili, berbohong atau melempar lelucon hingga tengah hari, tanpa harus merasa bersalah atau dipersalahkan.

Meskipun sudah dikenal dengan perayaan Hari Loki, tidak ada catatan resmi mengenai kapan April Mop dimulai di Norwegia dimulai.

Versi Romawi

Baca Juga:  Peserta Sunatan Massal Gerakan Solidaritas Sunda Merangin Diarak Delman

Joseph Boskin, seorang profesor dari Boston University bilang kalau April Mop muncul dari gagasan para pelawak kerajaan Romawi pada masa pemerintahan raja Contantin I di abad ketiga sampai keempat Masehi.

Para pelawak kerajaan ini mengajukan petisi kepada raja untuk mengizinkan mereka jadi raja sehari aja. Dan ternyata, sang raja setuju dengan petisi ini dan mengangkat salah satu pelawaknya yang bernama Jeter, untuk jadi raja sehari pada tanggal 1 April.

Setelah jadi raja, Jeter pun meresmikan tanggal 1 April sebagai hari kemustahilan dan kini kita kenal dengan nama April Mop.

Versi Perancis

Sejarah versi Perancis ini agak aneh, sob. Warga Perancis selalu memperingati April Mop sejak 1582. Saat itu, Paus Gregory XIII merombak penanggalan kalender yang awalnya 1 tahun cuman 10 bulan, jadi 12 bulan seperti penanggalan sekarang ini.

Dulu, perayaan tahun baru dirayakan tanggal 25 Maret sampai 1 April. Banyak rakyat Perancis yang menentang keputusan Paus ini. Dan sebagian dari mereka tetap merayakan tahun baru di tanggal 1 April.

Nah, kebiasaan ini yang kemudian jadi bahan ejekan banyak masyarakat lainnya. Walaupun selalu diejek, masyarakat Perancis masih tetep aja bertingkah aneh dan lucu tiap tanggal 1 April dan menjadikannya sebuah tradisi tahunan. Dan nantinya kita kenal sebagai April Mop.

Versi Spanyol

Di negara ini, bentuk April Mop dirayakan setiap 28 September dan dikenal dengan perayaan Dia de los Santos Inocentes atau Hari Anak Tak Bersalah. Namun pemerintah Spanyol mengeluarkan undang-undang baru pada tahun 1978 supaya perayaan ini diundur sehari supaya nggak dijadikan bahan tertawaan publik. (*)