Pulang dari Tasikmalaya, Santri Asal Merangin Pilih Isolasi Diri di Gubuk, Ternyata….

oleh

JURNALJAMBI.CO Merangin – Pulang dari menuntut ilmu di Tasikmalaya, Aj (16) santri asal Margoyoso Kecamatan Tabir Lintas Kabupaten Merangin ini memilih untuk mengisolasi diri di gubuk yang tak jauh dari rumahnya.

Bukan dengan paksaan, AJ memilih mengisolasi diri karena kesadaran diri sendiri. Hal itu Ia lakukan untuk mengikui himbauan pemerintah agar tidak keluar rumah selama 14 hari.

Mendapat informasi tersebut, Bupati Merangin Al haris dan tenaga kesehatan datang melongok. Saat dipanggil, awalnya Aj tak berani keluar. Namun, tenaga medis yang dilengkapi APD berhasil membuju AJ dan kemudian melakukan pengecekan suhu tubuh.

“Alhamdulillah suhu tubuh Santri ini masih normal. Kita berharap tidak ada gejala selama Isolasi sendiri,” ungkap salah satu tenaga kesehatan saat melakukan cek kesehatan.

Sementara itu orang tua Aj, mengatakan jika isolasi tersebut adalah inisiatif sang anak. “Dia tidak mau masuk ke rumah. Jadi ingin di pondok itu tidurnya. Kami keluarga sudah menyiapkan kasur dan semua keperluan dirinya,” katanya.

Meski demikian, untuk makan dan keperluan lain tetap disiapkan. “Saya minta doa semuanya. Semoga tidak ada penyakit menular tersebut pada anak saya. Ini juga salah satu kami lakukan untuk memutus penyebaran virus corona,” harap orang tua sembari meminta doa.

Sementara itu Haris, saat memantau warga tersebut sangat mengapresiasi dan karantina mandiri tersebut. Kata dia, inisiatif ini wajib dicontoh masyarakat Kabupaten Merangin agar terhindar dari wabah virus corona.

Sambil menggunakan APD, dia juga sempat mengetes suhu tubuh warga yang di karantina tersebut. “Lebih baik kita mengantisipasi sebelum terjadi,” kata dia. Kepada seluruh masyarakat, juga diimbau menjaga kebersihan dan jaga kesehatan, hindari lokasi-lokasi yang mengundang banyak massa.

Baca Juga:  Gerak Cepat Polsek Tabir Ulu, Tambang Emas Ilegal Dirazia

“Alhamdulillah hingga saat ini warga Kabupaten Merangin masih dalam keadan aman hanya ada 19 orang yang ODP, dan untuk itu tim gugus tugas selalu bekerja untuk mengantisipasi wabah virus corona,” pungkasnya. (*)