Membandel, Kepala Sekolah di Jambi Berangkatkan Siswanya Studi Banding, Begini Respon Disdik

oleh

JURNALJAMBI.CO – Sebanyak 64 siswa SMA 1 Kota Jambi, Jumat (20/3/2020), menunggu dijemput orangtua masing-masing saat kembali dari acara studi banding ke Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Malang. Acara studi banding itu dipersoalkan karena meski dilarang oleh Dinas Pendidikan Jambi seiring merebaknya pandemi Covid-19, pihak sekolah tetap melaksanakannya.

Dinas Pendidikan Provinsi Jambi pun mengeluarkan surat peringatan kepada Kepala SMA 1 Kota Jambi. Acara studi banding itu mengabaikan peringatan pemerintah agar sekolah mengantisipasi penyebaran penyakit tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi Syahran menjelaskan, Ia telah mengeluarkan surat kepada Kepala SMA 1 Jambi agar menunda perjalanan studi banding itu. Alasannya, sedang terjadi pandemi Covid-19.

Studi banding itu mengunjungi sejumlah lokasi kampus dan tempat wisata serta pusat perbelanjaan di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Malang. Nyatanya, kepala sekolah mengabaikan peringatan dan tetap memberangkatkan siswanya. ”Kami langsung memberi surat teguran,” kata Syahran, Jumat (20/3/2020).

Para siswa berangkat studi banding menggunakan dua bus selama 11 hari sejak 10 Maret 2020. Ketua Komite SMA 1 Kota Jambi Aruffi menyesalkan panitia pelaksana yang tetap memberangkatkan siswa.

Padahal, pihak komite telah dua kali menyurati ketua panitia studi banding sekaligus kepala sekolah agar menunda jadwalnya. ”Sebagian besar orangtua sebenarnya menolak anak-anak mereka ikut studi banding dalam situasi seperti ini,” katanya.

Pada rapat terdahulu, lanjut Aruffi, para orangtua juga sudah sepakat acara studi banding ditunda. ”Namun, beberapa hari kemudian, tiba-tiba diputuskan tetap berangkat,” katanya.

Pada Jumat pagi, kepulangan para siswa dari acara studi banding itu disambut orangtua mereka dengan tangis. Para orangtua menyaksikan dari kejauhan saat anak mereka menjalani tes suhu tubuh dan penyemprotan disinfektan. Setelah itu, siswa pulang bersama orangtua masing-masing.

Baca Juga:  Pasien Covid-19 Diimbau Manfaatkan Rumah Isolasi Terpadu

Eva, salah satu orangtua, mengatakan masih dilema menghadapi kepulangan anaknya yang ikut dalam studi banding itu. Ia khawatir jika ternyata putrinya tertular Covid-19 selama perjalanan studi banding dan dapat menularkannya kepada saudara-saudaranya. ”Sampai sekarang saya masih bingung putri saya mau dikarantina di mana,” katanya.

Juru bicara penanganan Covid-10 Provinsi Jambi, Johansyah, mengatakan, semua siswa tersebut akan mengisolasi dirinya di rumah. Orangtua diminta mengabarkan secepatnya apabila anaknya mengalami masalah kesehatan yang menunjukkan tanda-tanda penyakit Covid-19.

”Kami pun meminta orangtua melaporkan perkembangan kondisi anaknya ke puskesmas terdekat,” ujar Johansyah. (*)

Sumber:
https://bebas.kompas.id/baca/nusantara/2020/03/20/tetap-berangkatkan-siswa-studi-banding-kepala-sekolah-di-jambi-diberi-teguran/