Benarkah Pasien Diduga Suspect Corona Ditolak RS Raudhah? Begini Penelusuran Komisi II DPRD Merangin

oleh

ilustrasi

 

JURNALJAMBI.CO, Merangin – Seorang pasien yang diduga terjangkit virus Corona di Kabupaten Merangin dikabarkan mendapat penolakan dari Rumah Sakit Raudhah, Rabu (18/3) malam.

Isu itu lantas menyeruak dan menghebohkan jagat maya Kabupaten Merangin.

Melalui akun facebooknya, Atuk Sarahim memposting kabar tersebut di group Kabar Merangin. Postingan itu mendapat ratusan like dan komentar dari netizen. Berikut postingan Atuk Sarahim.

Netizen yang penasaran, kaget dan tak percaya dengan postingan Atuk Sarahim mempertanyakan kebenaran kabar tersebut. Namun, ada juga netizen yang menganggap Atuk Sarahim telah menenarkan berita Hoax dan sengaja dihembuskan untuk membuat warga menjadi panik.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi II DPRD Merangin, Rahmat Hidayat Nalim langsung melakukan penelusuran. Hasilnya, kabar itu hanya sebuah kesalahpahaman. Ia pun meminta agar masyarakat tidak khawatir.

Menurut Rahmat, awalnya ada seorang anak dari wilayah Pamenang yang mengalami demam tinggi selama dua minggu dan tak kunjung sembuh.

Oleh pihak keluarga, anak tersebut dibawa ke RSD Kolonel Abundjani Bangko. Karena gejala yang dialami pasien mirip dengan Virus Corona, tenaga medis kemudian meminta rekam jejak perjalanan pasien.

“Jadi, anak ini atau pasien ini mengalami demam setelah kepulangan neneknya dari umroh. Mungkin karena isu Corona ini sudah menyebar, keluarga dan dokter jadi was-was dan meminta agar dibuktikan melalui rontgen,” ujar Rahmat yang enggan membeberkan identitas pasien.

Sayangnya lanjut Rahmat, alat Rontgen di RSD Kolonel Abundjani Bangko sedang tidak berfungsi. Kemudian, pihak RSD menelpon RS Raudhah untuk meminta bantuan rontgen pasien.

“Pihak RSD menceritakan bahwa pasien dicurigai terinfeksi Virus Corona. Lantas pihak RS Rhaudah menelpon Dinas Kesehatan. Sebab, perlengkapan untuk penanganan suspect Corona itu belum siap. Atas saran dari Dinas Kesehatan, peralatan itu pin terpenuhi satu jam kemudian,” bebernya.

Ketika peralatan lengkap, pihak RSD Kolonel Abundjani menelpon RS Raudhah dan menyatakan bahwa anak tersebut tidak terjangkit virus corona.

“Itu yang menyatakan pasien bukan suspect corona dokter spesialis anak di RSD Kolonel Abundjani Bangko. Katanya, pasien tidak perlu di rontgen. Makanya rencana Rontgen dibatalkan. Jadi bukan ditolak, tapi dibatalkan. Saya harus meluruskan kabar ini agar masyarakat tidak resah. Terlebih terhadap kredibilitas RS Raudhah,” jelasnya.

Masih menurut Rahmat, saat ini pasien yang dicurigai terjangkit virus corona masih mendapatkan perawatan intensif diruang isolasi RSD Kolonel Abundjani Bangko untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. (*)

Penulis: Kariuk