Sungai Batanghari Keruh dan Pekat, Kadis LH: Masih Aman Dikonsumsi

oleh

JURNALJAMBI.CO, Jambi – Pemerintah Provinsi Jambi melalui Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Evi Primawaty mengutarakan kualitas air sungai Batanghari masih tergolong aman untuk dikonsumsi masyarakat.

Menurutnya, air sungai Batanghari aman dari ancaman logam berat. Hanya saja, warna kecoklatan yang timbul dari air disebabkan dari bagian hulu sungai.

“Masih aman (dikonsumsi, red), kalau untuk aman itukan dari sisi misalnya logam berat dan segala macam itu masih aman. Masih dibawah baku mutu semua, kalau untuk M oli itu juga masih dibawah mutu. Tetapi inikan tingkat kekeruhan, karena sedimentasi dihulu makanya warnanya coklat,” terangnya.

Kata dia, hal tersebut sudah dijelaskan pada akhir tahun 2019 yang lalu. Yang mana kala itu sudah dilakukan tiga kali pengumpulan sampel air sungai Batanghari.

“Tahun lalu kan sudah diekspos, untuk tahun ini belum. Karena kan secara umum menyampaikan kualitas itu harus ada tiga kali Pengumpulan data, mulai dari musim hujan, kemarau dan musim peralihan. Dan itu baru bisa menggambarkan kualitas, untuk saat ini baru mau tahap pengambilan sampel tahap pertama,” katanya.

Dia menambahkan, untuk warna kecoklatan yang terlihat pada air sungai Batanghari bukan berarti hal tersebut menandakan kualitas air berbahaya untuk dikonsumsi masyarakat.

“Jadi warna coklat, tidak berarti itu berbahaya. Kalau dia tercemar bahan kimia justru tidak kelihatan, karena tidak berwarna. Yang kita analisis itu yang penting kandungan-kandungan bahan pencemarnya,” ungkapnya.

Untuk itu, dia menegaskan kalau kualitas air sungai Batanghari masih aman untuk dikonsumsi masyarakat.

“Masih pakek data yang tahun lalu aja, tapi semua masih dibawah baku mutu,” tutupnya. (*)

Penulis : Mario Dwi Kurnia