Lapangan Tenis Indoor Diresmikan, Angka Pembangunan Capai Rp 2 Milyar Lebih

oleh

JURNALJAMBI.CO, Jambi- Bertempat dihalaman kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jambi, Kotabaru, Jambi. Lapangan Tenis Indoor Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Diskepora) Provinsi Jambi diresmikan langsung oleh Gubernur Jambi, Fachrori Umar, Senin (3/2).

“Hari ini, saya meresmikan lapangan tenis Indoor. Dengan adanya lapangan ini, semoga dapat dipergunakan masyarakat Provinsi Jambi pada khususnya,” katanya.

Menurut Fachrori, untuk cabang olahraga Tenis saat ini prestasinya dapat dikatakan cukup baik. Dengan adanya bangunan lapangan baru ini, nantinya dapat meningkatkan prestasi dibidang olahraga tenis.

“Untuk cabang olahraga tenis, prestasi cukup baik. Mudah-mudahan lapangan ini dapat meningkatkan prestasi olahraga tenis di Provinsi Jambi,” ujarnya.

Selaras dengan hal tersebut, Kepala Diskepora Provinsi Jambi, Wahyudin mengungkapkan bahwasanya pembangunan Indoor ini di anjurkan oleh Gubernur Jambi Fachrori Umar.

“Indoor ini diprakasakan atau punya ide membangun itu adalah bapak Gubernur Jambi, dan kebetulan juga beliau adalah pemain tenis dan pecinta tenis. Jadi harapan kita, ya dengan adanya indoor ini mudah-mudahan prestasi atlit kita, khusunya dicabang tenis ini juga akan menjadi lebih baik,” jelasnya.

Kata dia, sejak tahun 2018 lalu, Pemerintah Provinsi Jambi dalam hal ini Diskepora telah berupaya menggagas cabang olahraga tenis untuk masuk kedalam Pusat Pendidikan Latihan Belajar (PPLB).

“Harapan kami disini ada indoor dan outdoor nya bisa dimanfaatkan untuk atlit-atlit PPLB. Dan pada bulan tiga nanti, juga akan diselenggarakan disini Jambi Open Gubernur Cup se Sumatera di Jambi. Insyaallah dan sudah banyak yang daftar, mulai dari Palembang, Bengkulu, Sumatera Barat itu sudah banyak yang mendaftar,” katanya.

Selain itu, Kadispora Provinsi Jambi menceritakan, bahwa pembangunan gedung tenis Indoor ini menghabiskan anggaran sekitar 2 Milyar lebih.

Baca Juga:  Gerak Cepat Polsek Tabir Ulu, Tambang Emas Ilegal Dirazia

“Dua milyar, dua ratus tiga puluh enam juta berapa itu. Lupa saya,” cetusnya. (*)

Penulis : Mario Dwi Kurnia