Korban Peti Jadi Kasus Paling Menonjol yang Ditangani Basarnas Jambi Di Tahun 2019

oleh

JURNALJAMBI.CO, Jambi – Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Jambi, Ibnu Harris Al-Hussain mengungkapkan bahwa di tahun 2019. Kasus paling menonjol yang ditangani tim SAR adalah kasus evakuasi jenazah korban yang diduga sebagai Penambang Emas Tampa Izin (PETI) di Kabupaten Merangin, Jambi beberapa waktu lalu.

Menurut keterangan Ibnu Harris Al-Hussain, Kamis (2/1). Untuk jumlah total korban PETI di tahun 2019 berjumlah enam orang.

“Kalau untuk korban peti, ditahun 2019 ini yang banyak. Ada enam orang kalau nggak salah kemarin, kalau tahun 2018 kita nggak ada,” katanya.

Dia menekankan, untuk masalah ilegal atau tidak ilegalnya suatu kegiatan. Itu bukanlah ranah dari pada dihaknya, hanya saja. Dia mengingatkan kepada masyarakat untuk selalu mempersiapkan safety dan perlengkapan pribadi saat melakukan aktivitas yang dirasa berbahaya untuk keselamatan.

“Jadi baik ilegal maupun tidak ilegal, kalau memang safety nya sudah ready. Pasti akan aman, tapi kalau untuk ilegal atau ngak ilegal itu kita serahkan kembali kepada pihak berwenang,” jelasnya.

Dirinya menceritakan, pada saat melakukan proses evakuasi korban PETI kemarin. Tim SAR menemukan jenazah korban, rata-rata di kedalaman dua sampai dengan tiga meter.

“Karena diakan ditepian itu sudah ada dasarnya, kemudian dia itu tertimpa longsoran tanah. Jadi longsoran tanah itu yang kita gali dan kita dapat dasarnya dan disitulah dia, dan jaraknya (jenazah_red) itu ngak jauh-jauh. Antara satu jenazah dengan jenazah lain itu sekitar dua sampai tiga meter, dan Alhamdulillah ketemu semua,” ujarnya.

Selain itu, dirinya mengakui bahwasanya kejadian yang paling menonjol ditahun 2019 adalah kejadian PETi.

“Karena paling banyak korbannya dari pada yang tenggelam-tenggelam tadi, karena kalau yang tenggelam itukan biasanya, satu orang, satu orang. Dan inikan sekali apa (kejadian_red) enam orang,” ungkapnya.

Baca Juga:  Gerak Cepat Polsek Tabir Ulu, Tambang Emas Ilegal Dirazia

Untuk itu, dia menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu mempersiapkan safety dalam setiap aktivitas kerja.

“Kita itukan bekerja baik itu disungai ataupun tempat-tempat beresiko yang lain. Itu yang paling penting dan pertama itu masalah safety, kemudian lihat lingkungan sekitar. Jadi kita waspada terhadap apa yang terjadi,” katanya lagi.

“Jadi itu yang paling penting, Septi dan kewaspadaan, juga peralatan apa yang kita butuhkan,” tutupnya. (*)

Penulis : Mario Dwi Kurnia