Si Bungsu Terbaring Sakit, Abong Fendy Tetap Kawal Pencarian Korban Peti, Katanya…..

oleh

JURNALJAMBI.CO, Merangin – Selasa (24/12) dini hari, sekitar pukul 03.00, Ketua DPRD Merangin, Herman Efendy tampak panik. Pria yang akrab disapa Abong Fendy itu bergegas keluar rumah sambil membopong putri bungsunya, Syazia Humaira Efendy menuju kedalam mobil.

Kala itu, kondisi Zia sedang panas tinggi dan langsung dibawa ke RSD Kolonel Abundjani Bangko. Dengan penuh kasih sayang, Abong mendampingi Zia sembari menghiburnya dengan tutur yang lemah lembut hingga Zia akhirnya tertidur.

Hari menjelang pagi, Abong Fendy pulang untuk membersihkan diri. Tak lama berselang, Ia menerima kabar akan kedatangan seorang Kepala Desa dan keluarga korban longsor peti di Desa Pulau Baru Kecamatan Batang Masumai. Pertemuan pun diatur ditempat yang sederhana.

Adalah Mus (40) warga Pati Provinsi Jawa Tengah yang sengaja datang ke Kabupaten Merangin meminta agar Abong Fendy dapat menyampaikan kepada Tim Basarnas untuk melanjutkan pencarian adik kandungnya, Muhamad Eko (23).

Dihadapan Abong Fendy, Mus menangis tersedu-sedu. Ia yang mendapat kabar duka dari kerabat di Merangin langsung berangkat dari Pati dengan menggunakan angkutan umum, Bus selama 3 hari 2 malam perjalanan.

Mus bertutur, kabar duka tertimbunnya Muhammad Eko membuat keluarga terpukul. Ia yang terakhir kali bertemu dengan Eko sekitar 2 tahun yang lalu itu tak sanggup membendung air mata. Seolah tak percaya, keluarga pun meminta agar Mus berangkat ke Merangin untuk memastikan kondisi yang sebenarnya.

“Saya terakhir kali komunikasi itu 6 bulan yang lalu. Kalau ketemunya 2 tahun yang lalu pas lebaran. Sampai disini (Merangin, red) saya langsung ke lokaso kejadian dan sempat menemui Kepala Desa. Katanya pencarian sudah dihentikan,” ujar Mus terisak-isak.

“Saya berharap, pencarian bisa dilanjutkan supaya Saya bisa membawa jenazah adik saya ke Pati. Setidaknya, beliau bisa mendapatkan pemakaman yang layak,” sambungnya sembari menyeka air mata.

Baca Juga:  Tanjabtim Berduka, Ratusan Warga Kehilangan Tempat Tinggal

Abong Fendy lantas menelpon Tim dan pencarian pun kembali dilanjutkan. Abong Fendy juga memutuskan untuk mengawal pencarian korban.

Sebelum menuju ke lokasi kejadian, Abong Fendy terlebih dahulu pulang ke rumah dan menemui si Bungsu di rumaj sakit. Kedatangan Abong Fendy ternyata sudah ditunggu-tunggu oleh si Bungsu.

Duduk di pangkuan, Zia mulai mencecar Abong Fendy dengan pertanyaan-pertanyaan yang tegas namun menggemaskan. Pertanyaan itu direspon jenaka oleh Abong Fendy hingga Zia pun tertawa renyah.

Puas bercengkrama, Abong Fendy meminta izin kepada si Bungsu untuj kembali bekerja. Permintaan itu pun dikabulkan si Bungsu.

Abong melangkahkan kaki keluar dari ruang VIP 4 tempat si Bungsu dirawat. Wajahnya tampak letih, tapi pikirannya entah ada dimana.

“Ini amanah yang diberikan masyarakat kepada Saya. Tinggal lagi bagaimana Saya mengatur waktu. Atas nama rasa kemanusiaan, sekarang, mari kita kawal pencarian korban,” sebutnya.

Abong bergegas ke lokasi kejadian. Tak hanya menonton, Abong juga turut mengoperasikan exavator untuk mengeruk longsoran tanah. Bukan sekedar pencitraan. Sejak muda, pensiunan TNI itu memang sudah akrab dengan alat berat.

Hari menjelang malam, sekitar pukul 21.00, Abong Fendy bergegas pulang untuk melaksanakan kegiatan patroli pengamanan Natal dan Tahun baru bersama TNI dan Polri.

Sekitar pukul 23.00, barulah Abong melangkahkan kaki untuk pulang dan kembali menemui si Bungsu. (*)

Penulis: Cak Zintir