Ngadu ke Ketua DPR, Mus Menangis Terisak-isak, Abong Fendy Minta Pencarian Dilanjutkan

oleh

JURNALJAMBI.CO, Merangin – Tak lama setelah Kepala Basarnas Jambi, Ibnu Haris Al-Huseini menghentikan pencarian korban tertimbun longsoran Peti di Desa Pulau Baru Kecamatan Batang Masumai Kabupaten Merangin, salah satu keluarga korban datang mengadukan permintaan dan harapannya kepada Ketua DPRD Merangin, Herman Effendy.

Adalah Muslikan (40) warga Pati Provinsi Jawa Tengah yang sengaja datang ke Kabupaten Merangin meminta agar Abong Fendy dapat menyampaikan kepada Tim Basarnas untuk melanjutkan pencarian adik kandungnya, Muhamad Eko (23).

Dihadapan Abong Fendy, Selasa (24/12), Mus menangis tersedu-sedu. Ia yang mendapat kabar duka dari kerabat di Merangin langsung berangkat dari Pati dengan menggunakan angkutan umum, Bus selama 3 hari 2 malam perjalanan.

Mus bertutur, kabar duka tertimbunnya Muhammad Eko membuat keluarga terpikul. Ia yang terakhir kali bertemu dengan Eko sekitar 2 tahun yang lalu itu begitu bersedih. Seolah tak percaya, keluarga pun meminta agar Mus berangkat ke Merangin untuk memastikan kondisi yang sebenarnya.

“Saya terakhir kali komunikasi itu 6 bulan yang lalu. Kalau ketemunya 2 tahun yang lalu pas lebaran. Sampai disini (Merangin, red) saya langsung ke lokasi kejadian dan sempat menemui Kepala Desa. Katanya pencarian sudah dihentikan,” ujar Mus terisak-isak.

“Saya berharap, pencarian bisa dilanjutkan supaya Saya bisa membawa jenazah adik saya ke Pati. Setidaknya, beliau bisa mendapatkan pemakaman yang layak,” sambungnya sembaro menyeka air mata dihadapan Abong Fendy.

Korban, Muhammad Eko (23)

Mendapat pengaduan tersebut, Abong Fendy lantas menghubungi Tim Basarnas. Menurutnya, Tim setuju untuk melakukan pencarian lantaran telah mengantongi titik lokasi dua korban longsoran Peti yang belum ditemukan.

“Kemarin pencarian dihentikan karena tim tidak tahu dimana lokasi kedua korban. Sekarang, lokasi itu sudah diketahui karena warga sudah berani memberikan informasi,” sebut Abong Fendy.

Baca Juga:  Gerak Cepat Polsek Tabir Ulu, Tambang Emas Ilegal Dirazia

“Sebelumnya, warga tidak mau memberi tahu karena takut berurusan dengan hukum. Tapi, setelah diberikan pengarahan, warga pun berani menunjukkan dimana lokasi korban tertimbun,” tuturnya sembari memastikan pencarian akan kembali dilanjutkan. (*)

Penulis: Cak Zintir