Ketua DPRD Sidak 2 Proyek Dikhawatirkan Mangkrak

oleh -512 views

JURNALJAMBI.CO – Jum’at (22/11) sore, Ketua DPRD Merangin, Herman Effendy bersama Ketua Komisi III, Mulyadi melakukan inspeksi mendadak (Sidak) terhadap empat proyek yang dikhawatirkan tak rampung hingga akhir tahun anggaran.

Keempat proyek itu adalah pembangunan gedung kantor Pemadam Kebakaran senilai Rp 2,3 milyar, gedung DPMPTSP-TK senilai Rp 2,3 milyar, pembangunan rumah kemasan kopi bubuk senilai Rp 930 juta dan pembangunan gedung produksi kopi bubuk senilai Rp 1,375 milyar.

Dari keempat proyek tersebut, dua proyek yakni gedung Pemadam Kebakaran dan gedung DPMPTSP-TK dikhawatirkan mangkrak. Sementara, dua proyek lainnya yakni gedung kemasan kopi dan gedung produksi kopi bubuk terancam putus kontrak.

Terkait dua proyek yang terancam mangkrak, Ketua DPRD Merangin, Herman Efendy menuturkan bahwa pihaknya akan meminta dinas terkait untuk melakukan pengawasan ketat.

“Sekarang sudah tanggal 22 November, sementara kontrak kerja sampai tanggal 15 Desember. Dari hasil Sidak, pihak pelaksana proyek menyanggupi akan menyelesaikan pekerjaan sampai dengan massa kontrak. Tapi, kami tegaskan jangan sampai pekerjaan ini kejar tayang dan mengabaikan kualitas proyek,” ujar pria yang akrab disapa Abong Fendy itu.

“Makanya, kami minta kepada Dinas PUPR untuk melakukan pengawasan ketat agar mutu pekerjaan tetap terjaga. Intinya, jangan sampai daerah dirugikan,” jelasnya.

Kepala Dinas PUPR, Aspan yang mendampingi jalannya sidak mengaku optimis bahwa pekerjaan akan rampung tepat waktu.

“Secara umum, pekerjaan utama sudah selesai dan tinggal finishing. Yang tersisa ini tinggal pekerjaan yang bisa diselesaikan dalam beberapa tim. Seperti pasangan bata itu ada tukangnya, atap juga dan pekerjaan lainnya,” ujar Aspan.

“Kami juga akan melakukan pengawasan setiap hari agar progres dan kualitas pekerjaan tetap terjaga,” terangnya dengan nada optimis.

Sementara itu, menanggapi dua proyek yang terancam putus kontrak, Ketua Komisi III, Mulyadi menuturkan bahwa hal tersebut tidak bisa ditawar lagi.

“Kontrak kerja proyek pembangunan gedung produksi dan gedung kemasan kopi itu sudah habis tanggal 15 November kemarin. Nah, pihak kontraktor sudah mengajukan addendum sampai dengan tanggal 15 Desember,” sebut Mulyadi.

“Kalau sampai tanggal addendum tidak selesai, mau tidak mau, pekerjaan proyek kita hentikan dan kita minta Dinas Koperindag untuk memutus kontrak kerja,” tegasnya.

Dilokasi yang sama, perwakilan pelaksana proyek gedung DPMPTSP-TK, gedung produksi dan gedung kemasan kopi, daud menuturkan bahwa keterlambatan kerja terjadi lantaran adanya sejumlah kendala.

“Kami tetap optimis pekerjaan bisa selesai tepat waktu. Memang ada keterlambatan kerja, tapi itu karena adanya sejumlah kendala. Gedung DMPTSP-TK misalnya, kontrak bulan Agustus, kita baru bisa kerja bulan September karena adanya kendala penetapan lokasi proyek,” ujar Daud.

“Untuk gedung kemasan kopi, terlambat kerja karena lambannya proses pembongkaran kios yang dilakukan secara swadaya oleh warga. Sedangkan keterlambatan kerja proyek gedung produksi kopi terjadi karena adanya pemindahan lokasi proyek,” jelasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada konfirmasi penyebab keterlambatan kerja pada proyek pembangunan gedung kantor pemadam kebakaran. Sebab, saat sidak, pihak pelaksana proyek tidak berada ditempat. (*)

Penulis : Ivan Ginanjar