Terkuak, Pengamanan Melekat Proyek SUTT Bangko-Kerinci Dianggarkan Rp 73,5 Juta Perbulan

oleh

JURNALJAMBI.CO – Fakta baru terungkap dalam proyek pembangunan jaringan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) Bangko-Kerinci. Ternyata, untuk Pengamanan Melekat saja, pihak PLN menganggarkan sebesar Rp 73,5 juta perbulan.

Namun, saat insiden penyanderaan pekerja PLN oleh warga di Desa Muara Hemat Kecamatan Batang Merangin Kabupaten Kerinci, Jambi, tanggal 4 Mei yang lalu, tak satu pun petugas Pengamanan Melekat yang berada dilokasi kejadian.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI) Kabupaten Merangin, Yuzerman Buyung mengkritik keras atas kinerja Pengamanan Melekat yang dilakukan oleh jajaran Polres Kerinci.

Menurutnya, kinerja Pengamanan Melekat tidak berjalan seperti yang diharapkan.

“Seharusnya, ketika ada kejadian, petugas tanggap. Dananya kan ada. Besar lagi. Yang terjadi malah sebaliknya. Ketika ada kejadian, permasalahan hukum terpaksa diselesaikan di Polres Merangin karena ketiadaan petugas,” tegas pria yang akrab disapa Buyung.

Meski demikian, Buyung menyebutkan bahwa penganggaran dana pengamanan melekat bukanlah sesuatu yang salah. Ia hanya meminta agar petugas dapat menjembatani permasalahan yang ada dilapangan dan benar-benar menjalankan tugas dengan sebagaimana mestinya.

“Tujuannya baik, supaya aktivitas pekerjaan dalam proyek SUTT dapat berjalan dengan lancar. Ketika ada permasalahan, petugas juga bisa mengambil langkah cepat agar tidak terjadi permasalahan yang lebih besar. Nyatanya, realisasi dilapangan berbeda,” terangnya.

“Contoh nyata, ketika ada insiden penyanderaan tanggal 4 Mei yang lalu, tidak satu pun anggota Polres Kerinci yang berada dilapangan. Anggota Polpos Muara Hemat yang mendapatkan surat perintah pengamanan melekat justru tidak ada dilokasi. Jadi buat apa anggaran sebesar Rp 73,5 juta perbulan itu dianggarkan?,” tanyanya.

Tak hanya mengkritisi besarnya anggaran Pengamanan Melekat, Buyung juga menyoroti banyaknya dugaan kejanggalan dalam proyek SUTT Bangko-Kerinci.

“Seperti besarnya dana operasional petugas PLN sejak tahun 2016. Dalam waktu dekat, saya akan menyurati instansi terkait untuk mengaudit anggaran proyek SUTT Bangko-Kerinci sejak tahun 2016, sampai dengan tahun 2018 akhir,” tuturnya.

Dikatakan, proyek SUTT Bangko-Kerinci sudah berjalan sejak sebelas tahun yang lalu. Sejak saat itu, jaringan Bangko-Kerinci tak kunjung tersambung. Jaringan baru tersambung saat Pam Obvit Polda Jambi diperbantukan dilokasi. Hanya dalam waktu 3 bulan, jaringan sudah tersambung.

“Masalah konflik sosial dengan masyarakat itu sebenarnya bisa segera diselesaikan. Dengan catatan, PLN komitmen dan didukung petugas administrasi yang komit dan profesional. Anggarannya ada, tapi SDM administrasi yang minim menjadikan masalah konflik menjadi berlarut-larut. Buktinya, kalau ada benturan dengan masyarakat, Pam Obvit Polda Jambi juga yang turun kelapangan,” ungkapnya.

Kabag Ops Polres Kerinci, Kompol Yuda Lesmana mengakui besaran dana Pengamanan Melekat. Namun, Ia menuturkan bahwa tidak ada yang salah dalam penganggaran tersebut.

“Tidak ada yang salah, itu kan memang dianggarkan. Selama ini, kinerja kita sudah berjalan dengan maksimal. Buktinya, pihak PLN tidak pernah komplain kok,” ujar Kompol Yuda Lesmana.

“Kalau mau lebih jelas, silahkan konfirmasi langsung ke pihak PLN,” pintanya.

Hingga berita ini diterbitkan, Ketua tim BMS dari PLN Palembang kala itu, Zakaria Ritonga belum berhasil dikonfirmasi. Berkali-kali ditelpon tidak diangkat. Pesan Whats App yang dikirim hanya dibaca dan tidak dibalas. (*)

Penulis: Ivan Ginanjar