Pos Polisi Muara Hemat Kosong, Warga yang Sandera Petugas PLN Pilih Selesaikan Sengketa di Merangin

oleh

JURNALJAMBI.CO – Aksi penyanderaan tujuh orang petugas dan mobil PLN di Desa Muara Hemat Kecamatan Batang Merangin, Kabupaten Kerinci Jambi, Sabtu (4/5) hingga kini belum terselesaikan.

Kala itu, warga Desa Perentak Kecamatan Pangkalan Jambu Kabupaten Merangin yang memiliki lahan di Desa Muara Hemat geram lantaran kesepakatan pembayaran ganti rugi tanaman atas pembangunan jaringan Sutet tak kunjung diselesaikan.

Padahal, berdasarkan kesepakatan yang dibuat pada tanggal 22 Februari 2019, pihak PLN berjanji akan menyelesaikan ganti rugi sebelum tanggal 31 Maret 2019 dan menghentikan aktivitas pembangunan jaringan sebelum ganti rugi dilaksanakan.

“Wajar saja warga merasa kesal, janjinya dibayar sebelum tanggal 31 Maret, sampai sekarang belum dibayar. Terus kemaren ada kejadian tower roboh dan pekerja PLN pun turun dengan alasan mau melakukan perbaikan. Ternyata, mereka justru melanjutkan pembangunan,” ujar Ketua LCKI Kabupaten Merangin, Yuzerman.

“Itu yang kerja juga ganti-ganti terus tanpa ada yang dampingi. Kalau memang mau memperbaiki, kenapa menumbang yang lain. Ini kan pekerjaan yang berbeda,” tambahnya.

Warga yang merasa ditipu, kemudian bergerak menghentikan pekerjaan pembangunan jaringan Sutet dan menyandera 7 pekerja berikut satu unit mobil operasional proyek.

“Mereka bekerja di tower 195 wilayah Muara Hemat. Tujuan warga menyandera itu agar ada kejelasan soal ganti rugi. Seharusnya, permasalahan ini diselesaikan di wilayah hukum kerinci, tapi karena kantor pos kepolisian muara hemat kosong, terpaksa dibawa ke Merangin,” sebutnya.

“Warga juga merasa bingung karena adanya perubahan managemen di PLN. Manager yang baru itu pak Agung, tapi pekerja yang kemaren turun itu katanya diperintahkan oleh Manager yang lama yakni pak Zakaria Ritonga dan pak Rudi. Ini yang benar yang mana? Makanya warga menahan mobilnya,” ungkap Yuzerman.

Baca Juga:  Izin dan Nama Sikumbang Waterpark Disoal, Begini Tanggapan Ketua DPRD Merangin

Kapolsek Sungai Manau, Iptu Nixon membenarkan.

“Iya, mobilnya ada di Mapolsek dalam kondisi aman. Kalau pekerjanya sudah dilepas. Kami hanya memfasilitasi antara warga dengan pihak PLN. Sebenarnya, lokus kejadian itu ada diwilayah hukum Polres Kerinci. Tapi karena warga membawa ke Mapolsek Sungai Manau ya kita terima,” singkatnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada konfirmasi dari Kapolpos Muara Hemat, Andi Sihaloho. Dihubungi via seluler, nomor yang bersangkutan tidak aktif. Pesan whatsApp yang dikirim juga belum terbaca. (*)

Penulis: Ivan Ginanjar