Selain Cepat Terwujud, Fachrori Harap Kerjasama dengan Bank Dunia Bermanfaat Buat Masyarakat

oleh

JURNALJAMBI.CO – Gubernur Jambi, DR.H.Fachrori Umar berharap agar kerjasama dengan Bank Dunia cepat terwujud.

Fachrori juga berharap kerjasam itu nanti dapat dirancang dengan baik sehingga benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.

“Terimakasih atas perhatian Bank Dunia dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI terhadap Provinsi Jambi,” kata Gubernur saat Pertemuan dengan Bank Dunia, di ruang Kerja Gubernur Kantor Gubernur Jambi, Jumat (1/3).

Selain itu, Fachrori juga mengapresiasi kedatangan pihak Bank Dunia dan tim dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia ke Provinsi Jambi dengan agenda untuk menjaga kelestarian hutan supaya bisa menghasilkan udara bersih.

Fachrori sangat menghargai dipilihnya Provinsi Jambi untuk program bio karbon, dimana hanya ada dua provinsi di Indonesia yang mendapatkan program tersebut, Provinsi Jambi dan Kalimantan Timur.

“Saya berharap kita bisa bekerjasama dengan baik dan supaya program yang dirancang harus benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” ujar gubernur.

Salah satu kekhasan dalam hutan Jambi, kata Fachrori adalah adanya Suku Anak Dalam (SAD), dan keberadaannya juga harus diperhatikan.

Sementara itu, Direktur Mitigasi Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Emma Rahmawati menyampaikan, program Bio Carbon Fund Initiative Sustainable Forest Landscape di Jambi harus memberdayakan masyarakat setempat, masyarakat sekitar kawasan hutan, agar masyarakat mau melestarikan hutan.

Senior Environment Specialist World Bank Task Tem Leader, Dinesh Ariyal berharap adanya tim teknis yang kuat dalam implementasi program, dan untuk itu segala sesuatunya harus dipersiapkan dengan baik sebelum program dilaksanakan.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, Bestari menyatakan, Provinsi Jambi merupakan salah satu dari 5 provinsi di seluruh dunia untuk kegiatan Bio Carbon Fund. Untuk Indonesia hanya dua provinsi, Kalimantan Timur dan Jambi.

Program proyek ini, kata Bestari ada dibeberapa Negara, diantaranya adalah Kolombia, Ethiopia, dan Jambi mewakili Asia.

“Ini tindak lanjut dari Komitmen Pak Jokowi yang menandatangani Paris COP tentang kesepakatan dan negara kita berkomitmen menurunkan emisi gas sebesar 2%, tindak lanjut di lapangan Jambi dan Kalimantan Timur,” kata Bestari.

“Dananya sekitar US $ 100 miliar sampai 2030. Nanti, setelah kita bisa berhasil menata kawasan hutan, berhasil memberdayakan menghidupkan perekonomian masyarakat sekitar hutan untuk tidak melakukan perambahan, nanti ada hitungannya,” terangnya.

Bestari mengatakan, tahapannya, tahun 2019 adalah kelembagaan dan persiapan, setelah itu lanjut ke pelaksanaan.

“Pengeloaannya melalui Bappeda. Program ini sejalan dengan program pak Gubernur,” tuturnya.

Saat ini, lanjit Bestari, pihak Bank Dunia sudah mulai menggali apa yang dibutuhkan masyarakat dalam pemberdayaan masyarakat.

“Seperti kopi, akan dibantu peralatan-peralatan dan pendampingan, sehingga masyarakat tidak lagi masuk lebih jauh ke dalam kawasan hutan,” tuturnya.

Sumber : Humas Pemprov Jambi

Editor : M.Tami