Naik Bus Trans Padang, Siswa Boleh Bayar Pakai Botol Mineral Bekas

oleh

JURNALJAMBI.CO-Dukung minimalisir sampah plastik, Dinas Perhubungan (Dishub) bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) akan resmikan pembayaran bus Trans Padang bagi siswa menggunakan sampah plastik. Peresmian tersebut akan dilakukan bertepatan dengan Haru Peduli Sampah Nasional (HPSN).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Hermen Peri melalui Sekretarisnya Tri Hadiyanto pada Haluan, (18/2) menyebutkan bahwa saat ini DLH, Dishub dan Dinas Pendikan terkait teknis pelaksanaannya. Selain bertujuan meminimalisir bisa memanfaatkan kembali sampah plastik, DLH juga berharap cara tersebut tidak mengurangi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kami sedang membicarakan bagaimana teknisnya supaya siswa bisa membayar bus Trans Padang dengan sampah plastik. Di sisi lain bagaimana sampah tersebut bisa dijual kembali yang tidak mempengaruhi PAD bagi Dishub. Kemudian, dari sisi dinas pendidikan bisa mensosialisasikan kepada siswa ke sekolah-sekolah,” terang Tri.

Ia menjelaskan, nantinya bagi siswa yang menggunakan bus Trans Padang bisa membayar dengan sampah plastik cup sebanyak 20 sampai 25 buah. Sementara, jika menggunakan botol ukuran menengah bisa sekitar 10 sampai 15 botol mineral.

“Kami juga sedang membicarakan secara intern ke mana sampah plastik akan dipasarkan untuk kemudian dibayarkan kepada Dishub. Hitung-hitungannya sekitar itu karena mineral cup dan botol perbedaan kualitas plastiknya berbeda,” katanya lagi.

Sementara, Kepala Dishub Dedi Henidal terkait rencana hal tersebut sangat mendukung. Karena sampah plastik tidak mudah hancur maka sampah plastik harus di daur ulang kembali.

“Kami sama-sama dalam menjaga lingkungan ini dengan meminimalisir sampah plastik. Bagaimana hitung-hitungannya supaya sama-sama enak maka saat ini sedang kami godok rinciannya. Semoga siswa juga sadar akan kebersihan dan lingkungan sekitar,” kata Dedi.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Barlius bahwa siswa harus peduli lingkungan. Selain akan menghemat uang belanja, siswa akan diarahkan kepada hidup teratur.

“Kami sudah mulai mensosialisasikan ini kepada sekolah-sekolah. Ke depan bagaimana siswa bisa peduli lingkungan dengan tidak membuang sampah plastik terutama plastik air mineral sembarangan. Sampah tersebut bisa dimanfaatkan sebagai pengganti ongkos bus Trans Padang,” kata Barlius. (*)

 

Sumber : HARIANHALUAN.COM