Negara Dirugikan Rp 100 Juta, Kajari: Penyidikan Kasus DD Koto Rayo Masih Berjalan

oleh

JURNALJAMBI.CO – Tak hanya Inspektorat Kabupaten Merangin, Kejaksaan Negeri (Kejari) Merangin juga memastikan ada kerugian negara pada dugaan penyelewengan Dana Desa (DD) Koto Rayo Kecamatan Tabir. Nilai kerugian berkisar Rp 100 juta.

Kajari Merangin, Haryono menuturkan, angka tersebut merupakan hasil perhitungan penyidik. Ia mengaku masih menunggu hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Berdasarkan perhitungan penyidik, diperkirakan ada kerugian negara yang angkanya dibawah Rp 100 juta.  Tapi itu belum final, kita masih menunggu hasil lebih rinci dari audit BPK,” ujar Haryono.

Disinggung soal lambannya penyidikan, Haryono mengaku bahwa pihaknya terus bergerak melakukan pengumpulan data. Saat ini, pihaknya juga akan memanggil ulang Kepala Desa Koto Rayo dan perangkatnya untuk dimintai keterangan.

“Nanti kadesnya akan kita periksa kembali. Untuk tersangka, kita belum bisa memastikan sebab proses penyidikannya masih tetap berlangsung,” tutupnya.

Sebelumnya, auditor wilayah IV Inspektorat Kabupaten Merangin, Pepda Yenda juga menyampaikan ada sejumlah temuan pada penggunaan DD Koto Rayo tahun anggaran 2016 dan 2017. Namun, Pepda enggan menyampaikan jumlah temuan karena terbentur oleh peraturan pemerintah.

“Kalau hasil auditnya, saya pastikan ada temuan. Itu baru hasil audit per semester pertama tahun 2017. Kalau yang semester kedua tahun 2017 sampai dengan sekarang, kami belum mengauditnya. Sebab, kami kekurangan personil. Sementara yang harus diaudit itu semua SKPD, semua desa dan sekolah yang ada di Merangin,” ujar Pepda.

“Untuk jumlahnya saya mohon maaf, saya tidak bisa menyampaikannya. Itu sesuai dengan amanah peraturan pemerintah. Saya hanya bisa menyampaikan ada temuan penggunaan DD Koto Rayo tahun 2016 dan 2017. Kalau untuk datanya, nanti kita serahkan ke pihak berwenang jika diminta,” terangnya. (*)

Penulis/Editor: Ivan Ginanjar