Mendagri Cabut Instruksi soal Jilbab dan Jenggot, Ini Alasannya

oleh
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dan Kepala Badan Siber dan Sandi Negara, Djoko Setiadi saat MoU Perlindungan Keamanan Teknologi Informasi dan Pemanfaatan Data Kepedudukan, di Kantor BSSN, Jakarta Selatan, Senin 19 November 2018.

JURNALJAMBI.CO – Menteri Dalam Negeri atau Mendagri Tjahjo Kumolo akhirnya mencabut instruksi mengenai pakaian dinas dan kerapihan aparatur sipil negara di lingkungan Kemendagri. Menurut, Sekretaris Jenderal Kemendagri Hadi Prabowo, aturan itu dicabut karena adanya masukan dari masyarakat.

“Ada beberapa pertimbangan dan masukan dari masyarakat yang melihat ini dari sudut pandangan berbeda, oleh karena itu bapak menteri merespons masukan itu,” kata dia di kantornya, Jakarta, Jumat, 14 Desember 2018.

Instruksi yang dicabut oleh Tjahjo bernomor 025/10770/SJ Tahun 2018 tentang Tertib Penggunaan Pakaian Dinas dan Kerapihan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan Badan Nasional Pengelola Perbatasan. Tjahjo meneken instruksi itu pada 4 Desember 2018.

Dalam instruksinya Tjahjo menyebut enam perintah. Untuk aparatur sipil negara laki-laki, Tjahjo memerintahkan untuk berambut rapi, tidak gondrong, dan tidak dicat warna-warni. Tjahjo juga menginstruksikan bawahannya agar menjaga kerapihan kumis, jambang dan jenggot. Tjahjo juga meminta ASN menggunakan celana panjang sampai dengan mata kaki. (*)

 

Sumber : TEMPO.CO,