Kerap Dikaitkan dengan Gunung Padang, Situs Batu Panjang Ciamis Simpan Segudang Misteri

oleh
SITUS Batu Panjang di kawasan hutan Pinus Desa Cibeureum, Kecamatan Sukamantri, Kabupaten Ciamis. Hingga saat ini situs yang masih menyimpan misteri, Keberadaanya juga dikaitkan dengan punden berundak Situs Gunung Padang, di Campaka, Cianjur.

JURNALJAMBI.CO-SEPINTAS Situs Batu Panjang Ciamis hampir sama dengan Situs punden berundak Gunung Padang di Desa Karyamukti, Campaka, Cianjur.  Sebagaimana namanya situs tersbeut terdiri dari ratusan batu berbagai bentuk.

Situs Batu Panjang yang terletak di kawasan hutan pinus  milik Perhutani di wilayah Desa Cibeureum, Kecamatan Sukamantri, Kabupaten Ciamis. Hingga saat ini keberadaannya meyimpan segudang misteri.

Keberadaan bebatuan di situs ini memang identik dengan situs di Gunung Padang. Mulai dari yang berbentuk balok berbagai ukuran mulai setngah hingga dua meter, batu berbentuk lonjong serta pipih, yang salah satu ujungnya meruncing, sepintas mirip gapura.  Selain itu juga bentuk mirip meja serta lainnya yang masih sangat sederhana.

Formasi batu  berserakan tidak beraturan terhampar dalam satu kawasan.  Letak batu ada yang berdampingan, ada pula yang saling menyilang, batu yang dipasang posisi berdiri.  Selain itu juga ada yang disebut dengan batu kendang, karena susunannya sepintas mirip kendang yang disangga dengen beberapa batu.

Untuk mencapai lokasi Situs Batu Panjang cukup mudah , karena letaknya hanya sekitar 50  meter dari sisi jalan besar, Ciamis – Majalengka. Namun demikian untuk mencapai tempat formasi batu, harus berjalan kaki melintasi jalan setapak. Sedangkan batu kendang persis di sisi jalan.

“Sejak dari dulu posisinya ya seperti ini, tidak berubah. Kalau soal sejarahnya saya sendiri belum mengetahui persis. Jadi hanya cerita orang tua dulu, Situs Batu Panjang menjadi tempat persinggahan raja,” tutur juru kunci Situs Batu Panjang, Sahidi (65).

 

Perlu diteliti lebih lanjut

Sahidi yang lebih dari 20 tahun menjadi juru kunci situs tersebut mengungkapkan sebelumnya ada satu batu yang menggantung pada akar pohon beringin. Akan tetapi lambat laun akarnya mati, hingga batunya jatuh.  “Dulu pernah ada batu yang menggantung di akar. Kemudian jatuh, batunya tidak ada lagi,” ujarnya.

Dia mengatakan pada waktu tertentu ada beberapa orang dari luar Ciamis yang sengaja datang ke Situs Batu Panjang. Namun demikian Sahidi mengaku tidak mengetahui pasti tujuan orang tersebut. “Saat tertentu ada orang dari luar yang datang ke sini,” ujar Sahidi yang rutin menyapu kompleks batu yang beserakan.

Berkenaan dengan Situs batu panjang, Kepala Bidang  Destinasi Dinas Kebudayaan Pemuda dan oalahraga Kabupaten Ciamis Budi Kurnia juga mengatkan masih banyak misteri yang belum digali dari Situs Batu Panjang. Berdasarkan informasi situs tersebut usianya tidak berbeda jauh dengan Situs Gunung Padang.

“Terus terang sampai saat ini belum ada informasi lengkap menyakut situs tersebut.  Masih menyimpan segudang misteri yang harus dipecahkan. Apabila melihat kondisi bebatuan yang ada, memang tidak jauh bedanya dengan yang ada di Situs Gunung Padang,” kata Budi Kurnia, Minggu 9 Desember 2018 .

Dia juga berharap agar pemerintah, khsusunya instansi terkait melakukan penelitian lebih mendalam soal Situs Batu Panjang. Situs tersbeut, lanjutnya juga berpotensi besar untuk dijadikan objek wisata.

“Saya berharap pihak Balai Arkeologi (Balar) dan instasi terkait lainnya melakukan penelitian lebih mendalam, sehingga nantinya dapat mengungkap sejarah Situs Batu Panjang,” tuturnya

Terpisah Ketua Dewan Kebudayaan Kabuoaten Ciamis Yat Rospia Brata juga sependaat perlunya penelitian mendalam soal Situ Batu Panjang. Diperkirakan situs punden berundak tersebut merupakan peninggalan periode megalitikum atau pada masa Zaman batu.

“Untuk memastikan tentunya harus melalui penelitian ilmiah. Saya kira tidak hanya Balai Arkeologi, tetapi juga Arkenas dan instans terkait bersama melakukan penelitian bersama. Terus terang saya belum tahu bagaimana sejarahnya Situs batu panjang,” kata Yat Ropsia Brata.***

 

 

Sumber : Pikiran rakyat