Kapolres Merangin Akui Susah Atasi PETI, Harap Pemkab Garda Terdepan

oleh

JURNALJAMBI.CO-persoalan penambangan emas tanpa izin (PETI), di Kabupaten Merangin, tak pernah bisa diatasi, belasan tahun PETI sudah menjadi masalah besar bagi Masyarakat maupun PR Pemerintah Daerah dan Penegak Hukum.

beberapa hal dan langkah yang dilakukan Pemerintah Daerah untuk mengatasi masalah Peti, mulai dari membuat Fakta Integritas, Razia, dan sosialisasi larangan bermain PETI.

namun hingga kini masalah Peti tidak pernah selesai.

beberapa wilayah di Merangin, bahkan sudah menjadi langganan banjir ketika musim hujan, karena hutan dan sungai rusak akibat PETI. selain itu, korban akibat PETI juga berjatuhan, yang memilukan terjadi pada tahun 2018.

tujuh orang pekerja PETI Harus dikubur masal dalam Lobang Jarum karena terjebak, kejadian terjadi di Desa Simpang Parit, begitu juga dengan peristiwa yang terjadi tahun pada tahun 2016, 11 penambang terkubur di lobang jarum juga di Desa Simpang Parit, Kecamatan Renah Pembarap, Merangin.

 

Kapolres Merangin, AKBP I Kade Utama tidak menampik jika masalah PETI memang sulit diatasi, hal ini disampaikannya saat Rilis penangkapan sejumlah pengedar Narkoba di Depan Kantor Polres Merangin beberapa waktu lalu.

“setiap kita mau masuk, ini menyangkut perut perut susah kita,”kata Kapolres Merangin.

“diwilayah Muara Siau, memang banyak alat, polisi yang masuk kedalam (lokasi PETI,red) kita berbenturan dengan Masyarakat,” kata I Kada pada Wartawan.

Kapolres menjelaskan, pihaknya akan kesulitan dan pesimis mengatasi PETI kalau tidak dibantu oleh Pemkab, Kecamatan, dan pihak Desa.

“tapi saya yakin kalau pemerintah Daerah yang memegang kendali, pak Bupati memegang kendali (mengatasi PETI,red) saya yakin, kami Polri TNI pasti mendukung,”Kata Kapolres lagi.

lebih lanjut dibincangi, berapa jumlah alat berat yang berada diwilayah Kecamatan Muara Siau, Kapolres belum bisa memberikan keterangan secara rinci, dengan alasan masih dalam pendataan.

diakuinya bahwa masalah PETI merupakan konflik sosial, yang tidak bisa diselesaikan oleh polisi saja, karena akan bersinggungan dengan Masyarakat. (*)

 

 

Penulis/editor : Ivan Ginanjar