INFO BMKG Gempa Bumi 5.1 SR Guncang Kulon Progo Yogyakarta Jumat Pagi

oleh

JURNALJAMBI.CO – Banyak warga terhenyak, Gempa bumi 5.1 SR menguncang kawasan Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (30/11/2018) 03.43 WIB Dini hari.

Berikut data informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Terjadi pukul 03:42:04 WIB Lintang -8.84 Bujur 109.74 Magnitudo 5.1 Kedalaman 18 Km Wilayah 122 km BaratDaya KULONPROGO-DIY.

Dengan kata lain pusat gempa berada di laut 122 km BaratDaya Kulonprogo.

Dari data BMKG gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

BMKG juga menyebutkan gempa tersebut juga dirasakan (MMI) III Kulonprogo, III Bantul, II-III Yogyakarta.

Stasiun Klimatologi (Staklim) BMKG Yogyakarta kembali memperkirakan hujan petir disertai angin kencang akan terjadi pada Jumat (30/11/2018) ini.

Menurut informasi dari Staklim BMKG Yogyakarta, hujan petir dan angin kencang diprediksi akan muncul pada siang hingga sore hari nanti.

Wilayah yang akan mengalami cuaca tersebut antara lain Sleman, Kulonprogo bagian utara dan tengah, serta Gunungkidul bagian utara.

Pagi hari ini, hujan lokal juga diperkirakan turun merata di seluruh wilayah DIY. Begitu juga pada malam hingga dini hari nanti.

Suhu rata-rata diperkirakan berada di kisaran 21 hingga 31 derajat Celcius, dengan tingkat kelembaban udara mencapai 60 hingga 95 persen.

Kecepatan angin juga diprediksi merata di seluruh wilayah, yaitu di kisaran 20 km per jam.

Puncak Musim Penghujan di Yogyakarta

Kepala Kelompok Data dan Informasi Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta, Djoko Budiono menyampaikan, pada bulan Desember mendatang seluruh wilayah di DIY dipastikan sudah akan memasuki musim penghujan.

Hujan bulanan tersebut, diungkapkan Djoko berkisaran pada 301 – 500 mm/bulan yang mana kondisi itu mengalami peningkatan dibanding bulan sebelumnya yang berada pada kisaran 100-200mm/bulan.

“Khusus untuk Bantul bagian timur dan Gunungkidul bagian barat daya, jumlah curah hujan bulanan hanya berkisar antara 201-300 mm/bulan masuk dalam kategori sedang,” jelas dia, Rabu (28/11/2018) .

Lebih lanjut, Ia menjelaskan, intensitas dan frekuensi hujan tersebut akan terus mengalami peningkatan dari bulan ke bulan.

“Diprediksi puncak musim hujan akan terjadi pada Januari 2019 awal,” tambah dia.

Dengan meningkatnya intensitas hujan hingga dua bulan kedepan, Djoko mengimbau masyarakat agar mewaspadai potensi terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, pohon tumbang, bahaya petir, dan lain sebagainya.

“Petani juga dianjurkan untuk mempersiapkan pola tanam yang sesuai dengan iklim musim penghujan karena ketersediaan air yang cukup,” ucapnya.

Sementara, Kepala Stasiun Klimatologi Mlati BMKG Yogyakarta, Agus Sudaryatno menyebutkan, dengan naiknya intensitas curah hujan yang bakal mengguyur wilayah DIY, masyarakat yang mendiami wilayah lereng diingatkan untuk berjaga dan waspada.

“Dengan durasi hujan deras yang cukup lama, kemungkinan potensi longsor pada daerah lereng kemungkinan bisa terjadi, terutama daerah lereng yang terdapat rekahan akibat kemarau panjang beberapa waktu lalu,” ujar Agus. (* )

 

 

Sumber : Medialpm.com