Keindahan Air Terjun Gunung Masurai Tak Bisa diucapkan Dengan Kata Kata

oleh

JURNALJAMBI.CO-kekayaan alam dan keindahan wisata alam Gunung Masurai yang sebelumnya tidak pernah diketahui terus bermuculan, bahkan keindahan panorama alam asri ini tak bisa diungkapkan dengan kata kata.

Baru baru ini warga Desa Tanjung Berugo Kecamatan Lembah Masurai Kabupaten Merangin menemukan lokasi wisata alam Air terjun dan danau, Air terjun Batas Ikan , Air Terjun Gua Kambing, dan Danau Mabuk yang terletak dikaki Gunung Masurai.

Air terjun batas ikan memiliki ketinggian kurang lebih 30 meter yang turun melintasi batu besar sehingga terlihat bagus untuk dijadikan tempat berphoto sebagai background photo, airnya yang bersih bening ini mengalir dari atas gunung, begitu juga dengan air terjun gua kambing yang memiliki ketinggian hingga mencapai 40 meter ini, airnya yang deras turun menambah indahnya jika dijadikan objek wisata alam.

Diatas gunung masurai juga ditemukan danau mabuk yang memiliki luas seperti lapangan bola kaki, tak kalah indah dan cantik untuk dipandang, dikelilingi hutan lebat dan berbagai macam pohon kian menambah indahnya panorama alam gunung masurai.

Belum ada alasan yang jelas mengapa kedua nama air terjun dan danau mabuk disebut airt terjun batas ikan, air terjun gua kambing dan danau mabuk, masyarakat setempat menyebutnya hanya mengikuti bahasa orang orang terdahulu.

Ari Sandi warga Desa Tanjung Berugo menceritakan, bahwa sebenarnya orang orang terdahulu sudah lama mengetahui adanya wisata alam dibawah kaki gunung masurai, namun tidak pernah dipromosikan maupun dijadikan tempat wisata alam.

Dikatakan Ari, kalau Masyarakat ingin berkunjung atau untuk berwisata ke air terjun batas ikan, cukup hanya menghabiskan waktu lima belas menit perjalanan dari Desa untuk sampai ke air terjun batas ikan, dan hanya menghabiskan waktu kurang lebih satu jam berjalan kaki maka pengunjung juga bisa sampi dengan air terjun gua kambing.

Hanya saja kalau pengunjung ingin berkunjung ke danau mabuk, sepertinya harus bersiap siap karena perjalanan yang akan dilewati cukup lama, kurang lebih bisa menghabiskan waktu sekitar tiga jam perjalanan untuk sampai tepi danau mabuk.

“sebelum ini memang agar jarang dilewati dan dikunjungi wisata alam, hanya saja warga setempat yang mengetahui wisata alam ini, keindahannya tak dibisa diungkapkan dengan kata kata bang, ini kekayaan alam yang harus dikembangkan,”kata Ari Sandi yang pernah berkunjung ke air terjun batas ikan dan danau mabuk, beberapa waktu lalu.

Sementara Pahrul, Kades Desa Tajung Berugo Kecamatan Lembah Masurai mengatakan, bahwa tahun 2019 akan dianggarkan dana desa untuk perintisan jalan menuju air terjun terserbut dan danau mabuk, agar bisa dikunjungi dengan mudah oleh pengunjung.

Lanjutnya, Saat ini pihak desa sedang melakukan koordinsi dengan dinas Parawisata Merangin dan meminta solusi dan izin balai TNKS untuk perintisan jalan karen jalan yang akan dilewati nantinya akan melintasi kawasan TNKS.

“Kalau untuk permohonan izin sudah kami buat, tinggal realisasinya lagi, rencananya wisata alam ini kami akan jadikan badan usaha milik desa(Bumdes),”kata pahrul

Lanjutnya, Rencana pembukaan tempat wisata baru ini juga merupakan bagian dari menjalankan visi-misi Merangin Mantap, mengembangkan wisata di kabupaten Merangin.

“kita juga merujuk pada misi pemerintah dimana memajukan pertanian dan wisata alam,”ungkapnya lagi

Sementara Kabid dinas pariwisata mengatakan, sangat mendukung dengan program kades dalam menjalan pengembangan wisata alam, melalui badan usaha milik desa, dan hal tersebut merupakan pengembangan wisata alam yang kreatif.

“selagi memiliki potensi dan alam yang bisa difungsikan untuk dijadikan wisata alam maka semakin lebih baik,”katanya lagi

Lanjutnya, sebelumnya bahwa dinas pariwisata sudah pernah mendengar nama air terjun dan danau tersebut, dan sudah masuk dalam daftar wisata alam yang harus di promosikan dinas Disparpora Merangin.

 

Penulis/editor : Ivan Ginanjar