Diduga Depresi, Kakak Temukan Adiknya Tergantung

oleh

JURNALJAMBI.CO -Ra (16), siswi Pondok Pesantren (Ponpes) Depati Agung Pulau Raman, Kecamatan Muara Siau, Kabupaten Merangin, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

Ra ditemukan sudah tidak bernyawa sekitra pukul 11.00 WIB, Senin (29/10) kemarin, di kediaman orang tuanya di Dusun Sependung, Desa Rantau Macang, Kecamatan Muara Siau.

Informasi yang diperoleh, korban pertama kali diketemukan oleh kakak kandungnya yang bernama Ishak. Saat itu, korban ditemukan dalam keadaan tergantung dengan menggunakan kain di tiang dalam kamarnya.

Kakak korban kemudian memberitahukan kejadian tersebut kepada tetangga sekitar rumah. Dibantu warga, korban langsung diturunkan. Saat itu, korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa.

Adanya kejadian tersebut dibenarkan Paur Humas Polres Merangin Iptu Sobri. Pasca kejadian, kata Sobri, pihak keluarga langsung mengurus jenazah korban untuk dikebumikan.

“Pihak keluarga tidak bersedia untuk dilakukan visum. Sekira pukul 16.00 WIB kemarin korban telah dikebumikan,” ujar Sobri, Selasa (30/10).

Lebih lanjut Sobri mengatakan, korban diduga nekat mengakhiri hidupnya karena depresi ibunya yang sakit tidak sembuh-sembuh. Selama ibunya sakit, korban yang mengurus adik-adiknya.

“Informasi awal korban murni bunuh diri (gantung diri, red) karena depresi ibunya yang sakit tidak sembuh-sembuh,” pungkas Sobri.

 

Penulis/editor : Ivan Ginanjar