Curhat ke Hakim, Zumi Zola Sempat Dianggap Tak Tahu Berterima Kasih oleh Timses

oleh

JURNALJAMBI.CO – Dihadapan Majelis Hakim, Gubernur nonaktif Jambi, Zumi Zola mengaku mendapat banyak tekanan. Tidak hanya dari anggota DPRD Jambi, tekanan juga datang dari mantan tim sukses kala pemilihan kepala daerah.

“Mereka (timses) tidak terima. Saya banyak dihujat, didemo, tidak tahu terima kasih. Tapi saya anggap itu risiko saya,” ujar Zumi kepada majelis hakim.

Kata Zumi, anggota timsesnya banyak yang kontraktor. Setelah dia memenangkan pemilihan gubernur, banyak yang meminta diberikan proyek. Permintaan itu disampaikan kepada Zumi melalui orang kepercayaannya, Apif Firmansyah. Namun, permintaan itu tidak dapat dipenuhi karena proyek sudah diatur dan ditentukan sebelum Zumi menjabat.

“Katanya tidak bisa, karena proyek ini sudah ada nama-namanya yang diatur pemerintahan sebelumnya. Sampai saya buat pernyataan saya jadi gubernur bukan karena timses,” kata Zumi.

Dalam kasus ini, Zumi Zola didakwa menyuap 53 anggota DPRD Provinsi Jambi. Zumi diduga menyuap para anggota Dewan senilai total Rp 16,5 miliar. Menurut jaksa, suap tersebut diduga diberikan agar pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Jambi tersebut menyetujui Rancangan Peraturan Daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Jambi Tahun Anggaran 2017 (RAPERDA APBD TA 2017) menjadi Peraturan Daerah APBD TA 2017.

Kemudian, agar menyetujui Rancangan Peraturan Daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Jambi Tahun Anggaran 2018 (RAPERDA APBD TA 2018) menjadi Peraturan Daerah APBD TA 2018. Adapun, uang yang diberikan diduga berasal dari kontraktor atau rekanan di Dinas PUPR Jambi. (*)

Sumber: Kompas.com