Remaja di Merangin Hamil Hingga Melahirkan Anak, Pelaku Malah Melarikan Diri

oleh

JURNALJAMBI.CO,-Nasib malang dialami seorang gadis remaja berinisial PM (14), warga Pamenang, Kabupaten Merangin. Akhir Agustus 2018 lalu, PM melahirkan seorang anak hasil hubungan terlarang dengan seorang pemuda.

Namun kini PM terancam harus membesarkan sendiri buah hatinya. Pasalnya, JF (23), pria yang diduga telah menghamili PM, menolak bertanggung jawab dan saat ini tidak diketahui dengan pasti keberadaannya.

SM, orang tua PM kepada wartawan mengatakan, awalnya pihaknya ingin menyelesaikan permasalahan tersebut secara kekeluargaan. Akhirnya digelar sidang adat, dan pihak pelaku menyatakan menyanggupi beberapa poin yang diputuskan dari sidang adat tersebut.

Diantara poin kesepakatan yang diputuskan dalam sidang adat yakni, kedua belah pihak sepakat untuk melakukan tes DNA setelah korban selesai melahirkan. Kemudian pelaku siap bertanggung jawab dengan menikahi korban jika hasil tes DNA positif.

Setelah sang anak lahir pada akhir Agustus 2018 lalu, pihak korban bermaksud untuk menagih janji dilakukan tes DNA seperti yang telah disepakati. Namun JF sulit ditemui, sehingga sampai saat ini tes DNA tidak kunjung dilaksanakan.

“Saat kami tanyakan kepada orang tuanya, jawabannya selalu JF sedang berada di luar kota,” ungkap SM, Sabtu (8/9).

Lebih lanjut SM mengatakan, jika tetap tidak ada itikat baik dari pihak JF, maka ia akan menyelesaikan permasalahan ini lewat jalur hukum. Apalagi sebelumnya sudah ada laporan ke Polsek Pamenang dengan nomor: STBL/30/V/2018/Sek Pamenang, tertanggal 04 Mei 2018.

“Kalau seperti ini, kami akan melanjutkam proses hukumnya. Sebelumnya kami juga sudah membuat laporan ke polisi,” tegas SM.

Sementara itu, Kapolsek Pamenang, AKP Niko Darutama saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan tersebut. Terkait laporan itu, Niko mengatakan pihaknya sudah pernah memintai keterangan sejumlah pihak.

“Ada satu saksi yang belum kami ambil keterangan karena masih di bawah umur dan orang tuanya keberatan. Namun secapatnya kami akan coba kembali buat panggilan kepada yang bersangkutan,” ujar Niko.

 

Editor : Ivan Ginanjar