Setelah Rapat Evaluasi, Pencarian Korban Peti Simpang Parit Dihentikan

oleh
saat pemerintah daerah melakukan peninjawan lobang jarum beberapa waktu yang lalu

JURNALJAMBI.CO,-Pencarian korban Peti lubang jarum di wilayah Desa Simpang Parit, Kecamatan Renah Pembarap Merangi, dihentikan.

Keputusan ini diambil setelah dilakukan rapat evaluasi tim gabungan yang terdiri dari tim Sar, Polisi, Kodim dan pemerintah daerah, bahwa evakuasi tidak memungkinkan untuk dilanjutkan lagi.

Asisten II Setda Merangin, Arwan dikonfirmasi mengatakan kesimpulan tim dilapangan bawah tidak memungkinkan dilakukan evakuasi, oleh sebab itu evakuasi terhadap korban Peti lubang jarum dihentikan.

“Dihentikan sejak hari ini, itu hasil rapat evaluasi atas upaya evakuasi sejak Senin hingga Selasa maren,” kata Arwan.

Arwan menjelaskan berdasarkan evaluasi tim dilapangan, bahwa tidak memungkinkan korban dapat dievakuasi. Sebab upaya penyedotan air dari dalam tambang selama ini sama sekali tidak menunjukkan progres.

“Analisa tim, air yang memenuhi lubang tambang itu tidak hanya dari tambang itu, tapi dipenuhi air sungai Merangin,” tetangnya.

Kesimpulannya dengan dihentikannya pencarian, maka korban dipastikan terkubur dalam tambang tersebut. Hal ini sama dengan kejadian tahun 2016 lalu yang juga lokasinya masih diwilayah tersebut.

Waktu itu 11 orang terkubur dalam tambang, setelah dilakukan berbagai upaya evakuasi korban tetap tidak dapat diangkat.

 

Editor : Ivan Ginanjar