Selain Persediaan Energi Listrik, Ini Harapan Fachrori Dengan Dibangunnya PLTMH

oleh

JURNALJAMBI.CO – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Jambi, DR.Drs.H.Fachrori Umar,M.Hum mengharapkan hadirnya PLTMH Lubuk bangkar dapat meningkatkan perekonomian dan penghidupan masyarakat di desa tersebut agar lebih baik lagi.

Kata Fachrori, Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLMTH) di Desa Lubuk Bangkar Kecamatan batang Asai merupakan suatu terobosan sekaligus solusi dalam mengatasi permasalahan penyediaan energi listrik.

“Pembangunan PLTMH ini merupakan suatu solusi bagi wilayah yang belum mendapatkan energi listrik, serta sulit dijangkau oleh jaringan PLN,” kata Fachrori saat memberikan sambutan pada acara Peresmian PLTMH, bertempat di Desa Lubuk Bangkar Kecamatan Batang Asai Kabupaten Sarolangun, Rabu (05/09) siang.

Desa Lubuk Bangkar, kata Fachrori, salah satu contoh dari wilayah yang jauh dari perkotaan dan cukup sulit diakses, rata-rata wilayah yang belum mendapatkan energi listrik memiliki karakteristik wilayah yang relatif sama dengan Desa Lubuk Bangkar ini.

Momen ini, ungkap Fachrori, merupakan pendorong semangat dan harapan masyarakat, bahwa pembangunan bukan hanya milik masyarakat perkotaan saja, tetapi juga milik masyarakat pedesaan, terutama dalam hal pemenuhan kebutuhan dasar energi listrik.

Selama ini, jelas Fachrori, ketersediaan energi listrik yang memadai masih menjadi persoalan mendesak yang harus segera diatasi pemerintah, termasuk dengan menggalang kerjasama dengan para pihak.

“Provinsi Jambi sampai saat ini memiliki rasio elektrifikasi sebesar 95,55 % dengan rasio desa berlistrik sebesar 94,49% dan masih terdapat 4,45% rumah tangga yang belum dialiri listrik,” ujar Fachrori.

Dalam pemenuhan target rasio elektrifikasi di Provinsi Jambi, lanjut Fachrori, Pemerintah Provinsi Jambi melakukan 2 pendekatan, pertama adalah penyediaan energi listrik yang bersumber dari PT. PLN dan yang kedua adalah penyediaan energi listrik non PLN dengan memanfaatkan sumber energi baru dan terbaharukan yang memanfaatkan sumber energi lokal.

“Saya sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas upaya yang telah diinisiasi oleh Baznas RI, Bank Jambi, Kementerian ESDM, dan UNDP sehingga masyarakat Jambi khususnya masyarakat di Kabupaten Sarolangun dan Kabupaten Merangin bisa merasakan energi listrik,” tutur Fachrori.

Sementara itu, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Prof.Bambang PS Brodjonegoro,PhD mengatakan, dengan adanya energi listrik, pembangunan ekonomi di Desa Lubuk Bangkar akan berkembang dengan pesat.

“Saya sangat mengharapkan kepada masyarakat Desa Lubuk Bangkar supaya memanfaatkan listrik yang akan dinikmati dengan semaksimal mungkin sehingga berimbas pada kesejahteraan masyarakat sekitar,” ujar Bambang.

Listrik, kata Bambang, merupakan kebutuhan dasar dan bagian dari infrastruktur bagi pembangunan ekonomi di desa-desa serta membantu dalam meningkatkan nilai tambah bagi komoditi yang menjadi potensi daerah suatu desa, sehingga kesejahteraan masyarakat terus meningkat dan secara perlahan kemiskinan bisa teratasi.

“Saya berpesan kepada masyarakat untuk terus menjaga kelestarian lingkungan sekitar, sehingga energi terbarukan yang digunakan untuk mengalirkan energi listrik ini akan tetap ada,” pungkas Bambang.

Direktur Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi Sumber Daya Mineral RI, Nur Arifin Muhammad menyampaikan pesan Menteri ESDM RI, bahwa PLTMH di Provinsi Jambi merupakan contoh yang sangat baik karena menggunakan social entrepreneur dalam hal ini Bank Jambi dan Baznas.

Ini, lanjutnya, akan dijadikan model bagi Kementerian ESDM dalam membangun dan menyediakan energi listrik bagi seluruh masyarakat yang belum merasakan aliran energi listrik.

Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI, Prof.DR.H.Bambang Sudibyo,MBA,CA mengungkapkan, dengan adanya PLTMH, telah mengantarkan masyarakat Desa Lubuk Bangkar dari kegelapan menuju ke terang benderang.

Pembangunan PLTMH ini, kata Bambang, salah satu sumber dana yang digunakan adalah dana zakat, ini membuktikan bahwa zakat bisa digunakan untuk membangun infrastruktur, sepanjang penerima manfaatnya itu adalah fakir miskin.

“PLTMH merupakan aplikasi dari penggunaan dana zakat untuk pencapaian SDGs yang diharapkan bisa memberikan dampak untuk terjadinya pemberdayaan ekonomi masyarakat sesuai dengan potensi daerah masing-masing, serta meningkatkan kesadaran umat tentang pentingnya zakat,” ungkap Sudibyo.

Deputy Country Director UNDP Indonesia, Sovie Kem Haze menyampaikan, PLTMH di Desa Lubuk Bangkar ini merupakan proyek sangat strategis yang dilakukan secara bersama-sama dalam membuka akses elektrifikasi bagi masyarakat sekitar.

PLTMH ini, menurutnya, akan memberikan banyak manfaat bagi kehidupan masyarakat, serta merupakan langkah awal yang baik dalam meningkatkan pertumbuhan perekonomian masyarakat sekitar.

Direktur Bank Jambi, M.Yani mengatakan, pembangunan PLTMH dilaksanakan untuk menjawab tantangan dari Gubernur Jambi, terkait kontribusi yang dilakukan Bank Jambi untuk masyarakat Jambi sendiri. Bank Jambi menggandeng beberapa social investor untuk melakukan proyek PLTMH ini.

“PLTMH ini telah dipresentasikan beberapa waktu yang lalu di New York dalam Sidang Majelis Umum PBB dan telah dilakukan pertemuan dengan beberapa social investor yang sangat tertarik untuk mengerjakan dan mengembangkan proyek ini,” ujar Yani.

Untuk diketahui, Proyek PLTMH dilaksanakan di 4 desa di Provinsi Jambi, yakni pembangunan baru PLTMH di Desa Lubuk Bangkar Kecamatan Batang Asai Kabupaten Sarolangun dan Revitalisasi PLTMH di Desa Ngaol, Desa Air Liki dan Desa Air Liki Baru Kecamatan Tabir Barat Kabupaten Merangin.

PLTMH ini merupakan infrastruktur pertama yang dibangun dengan menggunakan uang zakat, dan Provinsi Jambi menjadi contoh penggunaan dana zakat untuk membantu pencapaian Sustainable Development Goals/SDGs (tujuan-tujuan pembangunan berkelanjutan).

 

Penulis : M.Haitami

Editor : Ivan Ginanjar