Merangin Wakili Jambi Lomba UKS, SMA N 8 dan TK Pemina 2 Maju ke Tingkat Nasional

oleh

JURNALJAMBI.CO – Setelah sukses menjadi yang terbaik di tingkat Provinsi Jambi, Kabupaten Merangin didaulat mewakili Jambi pada lomba Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) tingkat nasional.

Tidak tanggung-tanggung, ada dua sekolah yang akan diikutkan pada lomba UKS tersebut. Pertama Taman Kanak-kanak Negeri Pemibina 2 Merangin dan SMA Negeri 8 Merangin.

‘’Jadi untuk tahun ini memang beda, biasanya hanya satu sekolah yang dinilai, tapi lomba UKS tahun ini dua sekolah sekaligus,’’ujar Sekda H Sibawaihi didampingi Linda dari Kesra, usai memimpin jalannya rapat persiapan kemarin (24/7).

Untuk bisa meraih terget menjadi yang terbaik di tingkat nasional, berbagai persiapan telah dilakukan. Tidak hanya persiapan secara administrasi sekolah, tapi juga berbagai fasilitas fisik sekolah.

Penilaian fisik sekolah tersebut diantaranya jumlah WC yang ada harus memadai dengan jumlah siswa. Untuk memenuhi standar tersebut, SMA Negeri 8 Merangin yang tahun ini kebanjiran siswa baru, jumlah WC-nya harus ditambah.

Menurut Kepala Sekolah SMA Negeri 8 Merangin Hj Ade Erma Suryani, pada tahun sebelumnya jumlah siswa baru sebanyak 160 orang, tapi pada tahun ajaran baru tahun ini mencapai 200 orang.

‘’Kendala kami sekarang ini memang kekurangan WC, seiring membludaknya jumlah siswa baru. Untuk itu, hal ini perlu dilengkapi. Kami juga butuh jaminan listrik dan air tetap menyala pada saat penilaian berlangsung,’’ujar Hj Ade Erma.

Menyingung berbagai persiapan lainnya ditegaskan Kade Irma, semua sudah siap. Hanya saja Hj Ade Erma membutuhkan peran lurah dan camat setempat, saat penilaian berlangsung.

Lurah dan camat juga diminta memasang umbul-umbul dan melakukan gotong royong membersihkan lingkungan sebelum penilaian yang akan dilakukan Tim Pusat pada Senin (30/7) nanti.

Sementara itu Kepala TK Negeri Pembina 2 Merangin Erneli mengaku sekolahnya sudah siap dinilai oleh Tim Pusat. Berbagai persiapan juga telah dilakukan, baik administrasi sekolah maupun fisiknya.

‘’Kami hanya terkendala kurangnya daya listrik PLN, air bersih dan got draenase di bagian depan sekolah yang masih mampet. Kalau seluruh gedung sekolah telah kami cat bergotong-royong dengan para ibu guru,’’terangnya. (*)

Penulis : Teguh/Humas

Editor    : Ivan Ginanjar