Usai Tabir Raya, Muncul Pula Kabupaten Gunung Masurai, 20 Tomas Luhak 16 Sepakat Bentuk Panitia Pemekaran…

oleh

JURNALJAMBI.CO – Jum’at malam (20/07/2018), 20 Tokoh Masyarakat (Tomas) Luhak 16 berkumpul dikediaman Nasution kawasan Sapta Marga, Bangko. Pertemuan yang berlangsung sejak pukul 20.00 – 22.30 itu membicarakan perihal rencana pemekaran kabupaten.

Tak perlu waktu lama, para Tomas yang berasal dari Lima Kecamatan yakni Kecamatan Tiang Pumpung, Muarai Siau, Lembah Masurai, Jangkat dan Jangkat Timur itu sepakat membentuk Kabupaten baru yakni Kabupaten Gunung Masurai.

Panitia pemekaran disusun. H. Safrudin Hadi terpilih sebagai ketua harian Panitia Pemekaran Kabupaten Gunung Masurai. Wakil ketua H Muhammad dan Hasip, Sekretaris Hasbi dan Edi Supratman, sementara tuan rumah, Nasution ditunjuk sebagai Bendahara Umum Panitia Pemekaran.

Safrudin Hadi menuturkan, wacana pemekaran Kabupaten Gunung Masurai itu muncul atas kesuksesan panitia Pemekaran Tabir Raya.

“Berdasarkan hasil kajian Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), kawasan luhak 16 sudah layak untuk dimekarkan menjadi sebuah kabupaten. Kami sepakat, nama kabupaten itu adalah Kabupaten Gunung Masurai,” ujar Safrudin Hadi.

Kajian itu lanjutnya, meliputi syarat administratif, kekayaan sumber daya alam (SDA) sebagai potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Sumber Daya Manusia (SDM).

“Sejatinya, Luhak 16 itu mencakup 6 kecamatan. Pada pertemuan malam tadi, hanya Kecamatan Renah Pembarap yang tidak hadir. Jika mereka berkenan, maka kami akan membuka pintu selebar-lebarnya,” sebutnya.

Kata Safrudin lagi, setelah pembentukan Panitia Pemekaran, langkah selanjutnya adalah membentuk pengurus dan melengkapi Struktur Pengurus dan kepanitiaan.

“Setelah itu, kami akan menyampaikan ke masyarakat perihal pembentukan Kabupaten Gunung Masurai. Kami juga meminta persetujuan berupa tanda tangan dari Kepala Desa,  BPD, Tomas, Todat, Toda dan masyarakat umum,” terangnya.

“Insya Allah, dalam tahun 2018 ini, berkas usulan pembentukan Kabupaten Gunung Masurai sudah ada di meja Bupati Merangin dan kalau bisa sudah di Gubernur,” pungkasnya. (*)

Penulis/Editor   : Ivan Ginanjar