Bentrokan di Rantau Panjang Libatkan Perguruan Silat Ternama, Begini Kronologis Versi Kedua Belah Pihak….

oleh

JURNALJAMBI.CO – Bentrokan yang terjadi di Rantau Panjang, Kamis (19/07/2018) ternyata melibatkan perguruan pencak silat ternama.

Menurut pemuda Rantau Panjang, sekitar pukul 23.00, sekelompok orang yang diduga anggota perguruan pencak silat Setia Hati (SH) datang dengan sebuah mobil.

Entah apa maksud dan tujuannya, anggota SH tersebut mengelilingi Pasar Rantau Panjang dengan membawa senjata tajam dan benda tumpul.

Dalam perjalanan, rombongan SH bertemu dengan dua pemuda Rantau Panjang yang membawa sepeda motor jenis RX-king dikawasan Bukit Bakia.

Pemuda tersebut sedang berhenti karena kehabisan minyak. Mobil yang membawa anggota perguruan SH berhenti dan menghampiri kedua pemuda.

Melihat keberadaan benda tajam dan benda tumpul, kedua pemuda langsung melarikan diri.

Sementara, anggota SH justru berusaha mengejar kedua pemuda dan melakukan pengrusakan sepeda motor.

Tak hanya merusak sepeda motor, anggota SH juga menggeledah salah satu rumah warga.

Warga sekitar yang mendapat informasi tersebut langsung berkerumun dan menggalang kekuatan.

Anggota SH yang melihat gejolak warga lantas melarikan diri menuju Desa Koto Rayo.

Sebagian warga berusaha mengejar, sementara sebagian lainnya mendatangi Mapolsek Tabir untuk melaporkan kejadian tersebut.

Kabar penyerangan yang dilakukan oleh anggota SH itu dengan cepat menjadi perbincangan di media sosial.

Dalam percakapan, salah seorang yang diduga anggota SH tidak menampik perihal kedatangan mereka ke Rantau Panjang.

Dalam komentarnya, Ia menjelaskan bahwa kedatangan anggota SH adalah untuk mencari pelaku pengeroyokan anggota SH di Desa Koto Rayo.

Diduga, pelaku pengeroyokan itu merupakan warga Rantau Panjang yang diduga bergabung dalam perguruan silat Margaluyu.

Hingga berita ini dipublish, belum ada keterangan resmi dari pihak Kepolisian. Sampai dengan pukul 03.00 Jum’at (20/07/2018) warga Rantau Panjang masih berkumpul di Mapolsek Tabir. (*)

Penulis/Editor : Ivan Ginanjar