Begini Riuhnya Suasana Hari Pertama Masuk Sekolah di SMKN 1 Merangin…

oleh

JURNALJAMBI.CO – Puluhan siswa berseragam putih biru tampak berkerumun di depan sebuah ruangan. Siswa baru itu ternyata sedang mengantre pengambilan seragam di ruang majelis guru.

Suasana terdengar riuh. Bukan bahasa indonesia. Mayoritas siswa terdengar menggunakan bahasa jawa. Dari kerumunan lain, terdengar pula obrolan siswa dengan menggunakan bahasa daerah Merangin.

Ya, mayoritas pelajar di SMKN 1 Merangin berasal dari daerah eks transmigrasi. Sebut saja dari daerah Pamenang dan Hitam Ulu. Sebagian lainnya berasal dari daerah Bangko.

Meski menggunakan bahasa yang berbeda-beda, jurnaljambi.co melihat satu kesamaan. Setiap siswa baru itu tampak ceria dan berusaha beradaptasi dengan lingkungan yang baru pula.

Kepala SMKN 1 Merangin, Horizon menuturkan, sekolah yang Ia komandoi itu memiliki 1.250 murid yang terbagi dalam 7 jurusan. Diantaranya adalah, jurusan Multi Media, Akuntansi, Manajemen Perkantoran, Tata Busana, Produksi Grafika, Perhotelan serta jurusan Bisnis Daring dan Pemasaran.

“Alhamdulillah, hari ini kita memulai aktifitas belajar. Para siswa baru juga sudah mulai mengambil seragam putih abu-abu dan olahraga,” ujar Horizon.

“Tidak hanya dari Merangin, siswa kita banyak juga yang dari luar Merangin. Seperti dari Sarolangun, Bungo bahkan ada yang dari Pekan Baru. Sejak dulu memang begitu. Siswa kita banyak yang dari luar,” tambahnya.

Kata Horizon, tingginya minat dan kepercayaan orang tua siswa terhadap SMKN 1 Merangin memotivasi pihak sekolah. Horizon ingin memberikan yang terbaik dengan terus meningkatkan kualitas pendidikan. Salah satu terobosannya adalah membangun sekolah masyarakat atau kelas orang tua/wali murid.

“Itu baru wacana kami dan mudah-mudahan tercapai ditahun 2019 nanti. Tujuannya adalah agar orang tua/wali murid dapat memberikan suport kepada anak-anaknya akan pentingnya belajar. Sementara, bagi kami sendiri, sekolah ini adalah tempat kami mengabdi. Makanya, kami akan selalu membuat yang terbaik,” sebut Horizon. (*)

Penulis : Busri

Editor    : Ivan Ginanjar