Ketuk Kaca Mobil dan Datangi Rumah Warga, Sejumlah Perempuan dan Anak SAD Jadi Pengemis Dadakan

oleh

JURNALJAMBI.CO – Fenomena pengemis dadakan pada hari taya idul fitri ternyata tidak hanya terjadi di kota-kota besar. Pemandangan itu juga terjadi di Kabupaten Merangin Provinsi Jambi.

Uniknya, pengemis dadakan itu tidak dilakukan oleh masyarakat umum, melainkan warga Suku Anak Dalam (SAD). Tidak hanya satu atau dua orang, jumlahnya bisa mencapai belasan bahkan puluhan. Mayoritas diantaranya adalah perempuan dan anak-anak.

Dilampu merah Pematang Kandis misalnya, ada enam wanita SAD menggendong balita dan membawa gayung dan kaleng sembari meminta-minta.

Pemandangan serupa juga terlihat di SPBU Pematang Kandis. Beberapa diantaranya juga terlihat berkeliling dari rumah ke rumah.

“Saya kira pengemis biasa. Ternyata ini sampai mengetuk kaca jendela mobil. Saya aja sampai kaget. Soalnya belum pernah kejadian seperti ini,” ujar Nova, salah seorang pemudik yang tengah mengisi minyak di SPBU Pematang Kandis.

Hal berbeda dialami oleh Andre (29) warga Pamenang. Ia yang sedang mengisi minyak di SPBU Pematang Kandis didatangi oleh anak warga SAD yang meminta uang kepadanya.

“Mintanya itu kaya maksa. Belum dikasih belum pergi. Ya terpaksa kita kasih. Banyak warga yang melihat kejadian itu, tapi mereka memilih mengabaikannya. Mungkin takut terjadi keributan,” terangnya.

Ismi (24) warga Pematang Kandis justru mengalami kejadian yang menurutnya sangat meresahkan. Ia yang tengah sendiri dirumah didatangi oleh warga SAD.

“Kejadiannya itu pas lebaran pertama. Saya sedang dirumah dan anggota keluarga lainnya sedang shalat ied,” ujar Ismi.

Waktu itu, lanjutnya, pintu rumah memang terbuka. Tiba-tiba datang perempuan menggendong anaknya meminta uang. Ismi merasa terkejut dan lantas memberi uang Rp 5 ribu. Usai memberi uang, Ismi langsung menutup pintu rumah.

“Saya takut bang. Kata orang, kalau kita ngasih uang ke warga SAD, nanti yang lainnya datang lagi. Apalagi saya dirumah sendirian. Takut nian aku bang,” jelasnya sembari meminta agar pihak terkait segera mengambil tindakan. (*)

Penulis : Busri

Editor    : Ivan Ginanjar