Ngeracun Ikan, Tiga Nelayan Digelandang Polisi dan Terancam 8 Tahun Penjara

oleh

JURNALJAMBI.CO –  Tiga Warga pulau Sapuka, Kecamatan Liukang Tangaya, Kabupaten Pangkep, provinsi Sulawesi Selatan diamankan polisi. Mereka terancam penjara 8 tahun, sebagaimana pasal 84, UU Perikanan Nomor 45 tahun 2009. Karena kedapatan menggunakan bius yang diduga potasium, untuk menangkap ikan.

Selasa (17/4/2018), Syarifuddin, Jimmy dan June, sedang mencari ikan di pulau terluar Pangkep. Dari atas kapal, mereka menuangkan cairan dari jeriken ke laut. Tidak beberapa lama kemudian, ratusan ikan pun mengambang dan terlihat teler.

Seorang dari mereka kemudian menggunakan perlengkapan menyelam, turun ke laut dan melemparkan satu demi satu ikan teler itu ke atas kapal.

Namun sial, aksi mereka polair dari Polres Pangkep, memergoki aksi ketiganya. Tak berkutik ketika kapal patroli merapat ke kapal dan memaksa mereka naik ke kapal.

Kasat Reskrim Polres Pangkep, Iptu Deni Eko Prasetyo, meski ditangkap Selasa lalu, kemarin mereka baru tiba di Mapolres Pangkep dan menjalani pemeriksaan.

“Ketiganya kita amankan terkait dugaan alat tangkap yang diduga menggunakan bius. Ketiganya terancam pasal 84 UU Perikanan. Barang bukti yang ikut diamankan antara lain, satu kompressor, dua buah kaca mata renang, sepatu renang, selang sepanjang 200 meter, belasan biji dan cairan yang diduga potasium,” ujar Deni.

Deni menambahkan, saat ini ketiga pelaku menjalani pemeriksaan di Mapolres Pankep. Sambil menunggu hasil Labfor untuk memastikan jenis bius yang digunakan pelaku. “Jika benar Potasium, maka akan kita tingkatkan ke Sidik,” ungkap Deni.

Deni mengatakan, pengungkapan kasus Destructive Fishing ini, juga bagian dari program Kapolres Pangkep, AKBP Bambang Wijanarko, untuk menumpas segala bentuk illegal Fishing yang terjadi di perariran Pangkep, di antaranya, bom ikan, bius, dan jaring pukat yang tidak standar. (*)

Sumber : Rakyatku.com

Editor    : Ivan Ginanjar