FGD RPJMD 2019-2024 Bappeda Merangin Dihadiri Profesor dari IPDN

oleh

JURNALJAMBI.CO,- Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Merangin, menggelar Focuss Group Discussion  (FGD), Rabu (18/4). Acara ini digelar guna menyatukan persepsi, penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Merangin tahun 2019-2024.

Pj Bupati Merangin, Husairi membuka lansung acara yang dihadiri oleh narasumber nasional Kepala Lembaga Kajian Strategis Pemerintahan IPDN, Prof DR Sadu Wasistiono, juga pendamping RPJMD Merangin 2019-2024.

Kegiatan yang berakhir pukul 12.00 WIB tersebut, diikuti para Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta para Camat Se-kabupaten Merangin

Kepala BAPPEDA Kabupaten Merangin Agus Zainudin, mengatakan, kegiatan FGD RPJMD ini, dilaksanakan dalam rangka persiapan penyusunan RPMJD Kabupaten Merangin 2019-2024.

“Hasil ini akan kita himpun dan selaraskan dengan kebijakan di provinsi dan skala nasional,”ujarnya.

Penyusunan RPMJD 2019 – 2024 kata Agus, sudah selesai sebelum ada bupati terpilih dalam Pilkada Juni 2018.

”Ketika sudah ada kepala daerah terpilih nanti, kita akan menyelaraskan visi dan misi kepala daerah terpilih tersebut. Setelah itu, barulah rancangan awal RPJMD 2019-2024 dibentuk, dan proses selanjutnya akan dilakukan uji publik sebagai bahan untuk maju menjadi rancangan akhir RPJMD,” jelasnya.

Setelah rancangan akhir tersusun lanjut Agus, pihaknya akan menyampaikan ke DPRD Kabupaten Merangin untuk ditetapkan dalam Peraturan Daerah (PERDA).

“Perencanaan pembangunan daerah selama lima tahun kedepan kita kemas dalam satu dokumen. Dan kita berharap dokumen tersebut memang betul – betul berkualitas, sehingga pembangunan Kabupaten Merangin bisa disejajarkan dengan daerah lain dan mempunyai daya saing di tingkat nasional,” jelas Agus.

Sementara itu ketua tim penyusunan RPJMD Kabupaten Merangin Prof Dr Sabu Wasistiono MSi mengatakan, jika dirinya hanya sebatas melakukan pendampingan guna menyamakan persepsi OPD dengan progres pembangunan sesuai aturan.

“Ini baru penyamaan persepsi, sebelum dilakukan penyusunan, lantaran adanya perubahan UU Nomor 23 tahun 2014 jadi persepsinya disamakan terlebih dahulu. Setelah itu kami menyebarkan kuisioner, mereka mengisi lalu nanti datang lagi menyusun. Yang membuatkan atau yang menyusun itu OPD, kami hanya mendampingi dan menjaga alur fikir,”singkatnya.(*)

Penulis : Arri Kurniawan

Editor   : Andi Prima Putra