Warga SAD Masih Kuasa Tapir, Pemkab Bujuk Kembalikan ke BKSDA dengan Tiga Opsi

oleh

ANTO

JURNALJAMBI.CO – Masih ingat dengan seekor Tapir yang jadi tontonan oleh warga Kota Bangko beberapa waktu lalu? Hinnga kini, hewan langka itu masih dikuasai oleh pasangan suami istri (Pasutri) asal Suku Anak Dalam (SAD) bernama Egok.

“Perwakilan dari Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) menemui saya dan minta agar Pemkab menjembatani BKSDA bertemu dengan para SAD yang merawat seekor Tapir tersebut,” ungkap Sekretaris Daera (Sekda) Kabupaten Merangin, Sibawaihi.

Untuk membantu BKSDA lanjutnya, pihak pemerintah melalui UPTD SAD bersama BKSDA, Minggu (8/4) berkunjung ke tempat tinggal warga SAD untuk membujuk warga SAD menyerahkan Tapir kepada BKSDA.

“Pihak kita (Pemerintah,red) akan berusaha membujuk SAD untuk menyerahkan Tapir ini ke pihak BKSDA, Karena memang hewan tersebut tidak bisa diperjual belikan,” jelasnya.

“Ada tiga solusi kita tawarkan. Pertama, memberikan konvensasi agar hewan Tapir ini diserahkan ke BKSDA, selanjutnya bisa dipelihara SAD dibawah peagawasan. dan yang ketiga mereka memang harus melapaskannya dan tidak boleh dijual karena ada sanksinya,” terang Sibawaihi.

Lalu, kenapa Pemerintah dan BKSDA tidak mengambil paksa hewan Tapir tersbeut?

“Kita masih melakukan upaya persuasif terlebih dahulu. Sebab pembawa hewan yang dilindungi itu adalah warga SAD. Tapi yang jelas tidak ada yang namanya kebal hukum di Indonesia ini. Pasti ada sanksinya,” pungkasnya. (*)