Ini Alasan Para Pedagang Angkat Kaki dari Pasar Rakyat Type A…

oleh

BUSRI

JURNALJAMBI.CO – Bangunan Pasar Rakyat Type A Kota Bangko Kabupaten Merangin, Jambi terlihat begitu megah. Sayangnya, hingga kini pasar yang menelan biaya Rp 7 miliar itu sepi dari aktivitas jual beli. Para pedagang pun memilih angkat kaki dan kembali berjualan di Pasar Baru Bangko.

Muncul pertanyaan, mengapa para pedagang ogah berjualan di Pasar Type A. Padahal, pemerintah sudah menyediakan gedung yang megah. Tujuannya, pemerintah menginginkan agar para pedagang dan masyarakat merasa nyaman saat melakukan transaksi jual beli.

Jurnaljambi.co pun berusaha menemui sejumlah pedagang yang kini kembali ke lokasi pasar tradisional Pasar Baru. Sejumlah alasan disampaikan. Mayoritas pedagang menuturkan bahwa Pasar Baru masih menjadi pilihan masyarakat saat membeli kebutuhan sehari-hari.

“Disano (Pasar Rakyat Type A, red) sepi pembeli. Warga belum terbiaso dan masih memilih berbelanjo di Pasar Baru. Kami rugi, sayuran banyak yang busuk. Sementaro kehidupan kami sehari-hari bergantung dari hasil jualan disetiap harinyo,” ujar Jessika, salah seorang pedagang sayuran.

“Dipasar Baru, kami dak pernah rugi. Biak untungnyaodikit, kami masih bis ngumpulkan duit. Kalau tetap berjualan di Pasar Rakyat, kami nak makan apo? Anak kami sekolah, hargo bahan pokok lah naik galo, jangan kan nak nyekolahkan anak, makan be kami susah,” sambung sejumlah pedagang lainnya.

Pantauan Jurnaljambi.co di lokasi Pasar Rakyat Type A hanya ada beberapa pedagang saja. Tak jauh berbeda dengan pedagang di Pasar Baru, salah seorang pedagang kain di Pasar Rakyat Type A yang enggan disebutkan namanya juga menuturkan hal yang sama.

“Sepi bang, mungkin warga lum terbiaso belanjo disini. Dagangan kami mungkin musiman, tapi yang lain samo bae. Yang jual sayur jugo masih sepi,” ungkap sumber. (*)