Siap-siap, Retribusi Pasar untuk Pedagang Kaki Lima Bakal Naik 100 Persen…!!!

oleh

DEFA

SAROLANGUN – Para pedagang kaki lima (PKL) di Kabupaten Sarolangun, Jambi akan dihadapkan dengan naiknya retribusi sebesar 100 persen.

Hanya saja, kenaikan retribusi itu tidak terjadi ditahun 2018 ini. Melainkan baru akan diwacanakan untuk tahun 2019 mendatang. Ini berkaitan dengan naiknya target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2018 sebesar Rp 61 juta pertahun.

“Selama ini, pemungutan retribusi pasar masih mengacu pada Perda No 09 Tahun 2013, tentang retribusi pasar harian atau PKL. Dimana dalam sehari para pedagang dipungut pajak sebesar Rp 500. Kedepan, Perda ini harus dirubah, paling tidak Rp. 1000 per pedagang,” ujar Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan UKM dan Koperasi Kabupaten Sarolangun, Amin Faisal.

Mereka yang dikenakan retribusi lanjut Amin, adalah penjual sayur, Pedagang Kaki Lima (PKL), Lapak Pecel Lele, dan sebagainya yang tersebut di tiga Kecamatan yakni Kecamatan Sarolangun, Kecamatan Singkut dan Kecamatan Pauh.

Meski masih memakai perda lama, Amin optimis target retribusi pasar harian akan tercapai. Kata Amin, penagihan retribusi dilakukan oleh petugas dari UPTD Pasar setempat dengan dibekali Surat Perintah Tugas (SPT), Tanda Pengenal dan Karcis pajak dari BPPRD.

“Kita tetap optimis, meskipun masih Rp 500 per dagang. Sistemnya kita berdayakan aparatur yang berada di UPTD dan penarikannnya nanti akan membuat ciri khusus seperti SPT dan tanda pengenal, karcisnya dicetak langsung BPPRD, dan akan langsung disetor ke dinas pajak,” sebutnya.

“Saat ini, kami masih melakukan pendataan para pedagang untuk menghitung potensi pedagang. Disingkut itu diperkirakan ada 300 pedagang dan Sarolangun sekitar 350 pedagang,” pungkasnya. (*)