Zola Harap Semua Pihak Bahu Membahu Atasi Masalah Stunting di Provinsi Jambi

oleh

M.TAMI

JURNALJAMBI.CO – Meski angka stunting di Provinsi Jambi masih tergolong rendah, Gubernur Jambi, H Zumi Zola Zulkifli tetap berharap agar semua elemen turut serta, bahu membahu mengatasi masalah stunting di Provinsi Jambi.

Hal itu dikatakan Zola usai mengikuti acara Stunting Summit yang berlangsung di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu sore (28/3/2108) sore.

“Kita upayakan Dana Desa, Posyandu, tenaga kesehatan, kades, kecamatan sampai kabupaten, provinsi memperhatikan terutama dari Dinas Kesehatan,” tegas Zola.

“Statement dari Ibu Menteri Kesehatan ketika datang ke Jambi melihat angka stunting di Jambi, salah satu yang terbaik artinya rendah secara nasional,” ujar Zola.

Dikatakan Zola, Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 hari pertama kehidupannya, dari janin hingga umur 2 tahun.

“Kalau kita perhatikan satu Kabupaten Kerinci, kita ada data-datanya, kalau kabupaten yang lain, alhamdulillah bagus,” lanjut Zola.

Dijelaskan Zola, dari beberapa kabupaten hanya beberapa desa saja yang terdapat permasalah stunting.

Untuk itu, Zola berharap, capaian yang sudah ada perlu ditingkatkan lagi agar masalah stunting ini tidak terjadi lagi di Provinsi Jambi.

Peran serta dari ibu-ibu di Posyandu untuk memahami dan berkeinginan untuk dapat memperhatikan janin sebelum dan sesudah lahir juga diharapkan untuk mengatasi persoalan stunting ini.

“Ketika anak lahir kekurangan gizi, selanjutnya sekolah, menjadi tenaga kerja, berpengaruh semua kalau ini dibiarkan,” jelas Zola.

Selanjutnya, Zola mengimbau agar perhatian terhadap masalah stunting tidak hanya dikalangan masyarakat yang ekonomi rendah, namun ada masalah lain yang mesti diperhatikan.

Lebih lanjut, Zola memperhatikan betul-betul masalah ini sampai tingkat desa, mengenai pola makan empat sehat lima sempurna, jangan sampai kekurangan sayur, ikan juga buah-buahan.

“Stunting tidak hanya terjadi pada masyarakat miskin, di kalangan masyarakat yang berkecukupan jika kekurangan informasi bisa juga terjadi,” terang Zola.

Sementara Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia, H.Jusuf Kalla mengatakan permasalahan stunting bisa berakibat besar pada kemajuan bangsa dimana generasi yang terkena stunting bisa berpengaruh pada daya saing bangsa.

“Seribu hari pertama sangat menentukan anak stunting atau tidak,” tegas Wapres.

Wapres menjelaskan terkait stunting harus punya perencanaan yang baik yang mempunyai tujuan jangka panjang.

“Memang terjadi “lingkaran setan” miskin maka tidak bisa memenuhi kebutuhan gizi yang sesuai akibatnya stunting, menyebabkan kecerdasan rendah yang selanjutnya akan menyebabkan kemiskinan. Jadi kita harus buat terobosan, pemerintah bertanggung jawab untuk keluar dari “lingkaran setan” tersebut,” kata Wapres.

Wapres mengungkapkan bahwa permasalahan stunting bisa terjadi pada anak dari keluarga kaya jika tidak memperhatikan beberapa penyebab stunting.

“Bukan hanya orang miskin, orang kaya bisa kena stunting kalau tidak diberi gizi yang cukup, tidak menyusui dengan ASI sejak awal atau sanitasi yang tidak baik. Ini bukan hal baru di Indonesia, kita hanya meningkatkan apa yang selama ini sudah dilakukan sebelumnya,” ujar Wapres. (*)