Kasihan…Kakek Usia 80 Tahun Meninggal Sendirian di Pondoknya, saat Ditemukan Dalam Kondisi Digerogoti Semut

oleh -8 views

DEFA

JURNALJAMBI.CO, – Kasihan sekali nasib kakek renta usia 80 tahun ini. Dia ditemukan sudah tak bernyawa lagi di dalam pondok tempat tinggalnya di perkebunan karet milik Yadi Desa Seko Besar Kecamatan Pauh Sarolangun-Jambi, Senin (26/3/2018) siang.

Kematian pria yang diketahui bernama Umar itu cukup menyayat hati, kepergian terakhirnya tampa didampingi oleh sanak keluarga. Sendirian didalam pondok dan ditemukan dalam kondisi sudah digerogoti semut.

Dari informasi yang diperoleh, Umar adalah warga Muba Sumatera Selatan yang tinggal sendiri dipondok tersebut dan bekerja sebagai penyadap karet. Dia meninggal dunia diketahui pertama kali oleh Burhan. Burhan adalah pengadap karet yang kebunnya berdekatan dengan pondok Umar.

Ceritanya, Burhan yang sudah biasa setiap hari ketemu Umar saat menyadap karet agak heran, karena tidak melihatnya beberapa hari belakangan. Senin (26/3 siang, Burhan yang penasaran karena sudah beberapa hari tak melihat Umar, berusaha mencari keberadaannya dengan mendekati pondok dan memanggil Umar.

Berkali-kali dipanggil, Umar tak juga menyahut. Sementara pintu dalam kondisi digembok dari dalam. Burhan kian penasaran, dia kuatir takut terjadi sesuatu yang buruk dengan tetangga kerjanya itu. Tak tahan lagi, Burhan akhirnya memutuskan untuk mendobrak pintu pondok.

Benar saja, saat pintu terbuka, Burhan kaget. Kakek Umar dilihatnya sudah kaku dalam kondisi telentang dan dibagian wajah dikerumuni lalat, sudah meninggal.

Burhan lansung turun dari pondok dan berlari ke pondok mertuanya tak jauh dari lokasi tersebut. Dia lalu memberitahukan kepada mertuanya, Yanto yang kemudian dikabari kepada warga setempat.

Burhan dan mertuanya dibantu warga setempat  askhirnya sepakat mengurus jasad Umar yang tinggal sebatangkara itu untuk disemayamkan. Sekitar pukul 20.00 WIB, akhirnya proses penguburanpun selesai.

Kapolres Sarolangun AKBP Dadan Wira Laksana SIK, MAP melalui Paur Humas Ipda Azhari Lubis membenarkan informasi penemuan mayat tersebut. Berdasarkan hasil introgasi dari saksi-saksi menerangkan bahwa kakek bernama Umar sebelumnya sudah mengalami sakit biri-biri dan penyakit asma yang dialaminya selama kurang lebih enam bulan.

“Kondisi saudara Umar terakhir berdasarkan keterangan saksi Burhan pada hari Kamis tanggal 22 Maret 2018 melihat almarhum di pondoknya sudah dalam keadaan sakit parah dan tidak dapat berjalan,” kata Paur Humas Polres.

Selain itu berdasarkan keterangan saksi Umar Almarhum berasal dari Muba Sumsel dan hidup sebatangkara tidak ada sanak famili maupun istri.(*)