Prihatin……Siswa di Sekolah Ini Terpaksa Belajar Selonjoran di Lantai Berdebu

oleh -15 views

ZAKHROWI

JURNALJAMBI.CO- “Inilah penerus wanita hebat kedepannya. Rela belajar duduk demi masadepan, tak punya bangku. Pemerintah, tolong perhatikan sekolah kami” penggalan kalimat bernada curhat ini, menghiasi dinding media sosial facebook dengan nama akun Rendi sang Pemimpi.

Ditulis pada 24 Maret 2018 sekitar pukul 09.39 disertai sebuah foto puluhan siswi yang terlihat duduk dilantai tak beralas dengan buku ditangan. Foto ini ternyata bukanlah hoax, foto ini benar adanya. Foto yang menggambarkan potret buram pendidikan disalah satu sudut pelosok negeri bumi tali undang tambang teliti, “Merangin”.

“Ini foto siswi Madrasah Tsanawiyah Swasta di Desa Talang Tembago Kecamatan Jangkat. Memang beginilah adanya mereka di sana,”ujar Rendi saat dihubunginya melalui via telpon, Minggu (25/3/2018).

Rendi adalah salah seorang staf pengajar di sekolah itu. Diapun memberikan gambaran kondisi terkini sekolah tempatnya mengajar. Katanya, sekolah Madrasah itu bernama Madrasah M Amin Rajo Tiang So Jangkat. Sekolah itu didirikan pada tahun 2011 lalu dan hingga kini sudah memiliki murid sebanyak 131 orang.

“Ruang Kelas Belajar (RKB) nya baru ada tiga ruang, masih berstatus swasta. Sejak didirikan pemerintah baru membantu bantuan fisiknya sebanyak Tiga ruangan semi permanen saja,”jelasnya.

Tiga ruangan ini, lanjut Rendi sebenarnya tidaklah cukup menampung siswa yang kini mulai membludak. Pihak sekolah terpaksa menggunakan Musholla dijadikan tambahan ruang belajar,”sebutnya.

Keluhan mereka tidak itu saja. Ternyata di sekolah ini juga tidak memiliki bangku belajar cukup. Rendi menyebutkan, saat ini sekolah masih kekurangan bangku sekitar 57 bangku. Tentunya, dengan kondisi yang memprihatinkan, dia sangat berharap adanya perhatian khusus pemerintah.

“Bangku belajar juga diusahaka oleh orang tua murid. Belum ada bantuan dari pemerintah. Kami berharap, pemerintah bisa memperhatikan nasib kami ini dan segera membantu siswa di sini agar bisa belajar dengan layak,”pintanya.

Kepala Kementrian Agama (Kemenag) Merangin, Marwan saat dihubungi mengaku tidak mengetahui kondisi sekolah tersebut.

“Kalau sekolah berstatus swasta bukan tanggungjawab kita, melainkan tanggungjawab penuh dari pihak yayasan. Kita dari pemerintah sipatnya pembinaan,”jawabnya.

Meski demikian, dia tetap mengaku prihatin dengan adanya siswa dibawah naungan kemenag yang masih serba kekurangan. Dia menjelaskan, pemerintah dalam hal ini hanya bisa memberikan yang sifatnya bantuan.

“Sifatnya bantuan saja, tanggungjawab penuh adalah pihak yayasan itu sendiri,”singkatnya.(tra)