Heboh Cacing Pita di Kemasan Sarden, LPK Desak DP2KUKM dan Dinkes Merangin Inpeksi ke Lapangan

oleh
ilustrasi/net

ANTO

JURNALJAMBI.CO – Penemuan cacing pita dalam kemasan Sarden menjadi isu hangat nasional saat ini. Bahkan, cacing pita ini juga ditemukan beredar dalam kaleng sarden di beberapa kabupaten di Provinsi Jambi.

Di Merangin, kasus ini masih belum ada. Wajar saja, dinas instansi terkait ternyata belum turun melakukan inpeksi ke lapangan. Atas lambatnya penanganan reaksi ini, membuat Lembaga Perlindungan Konsumen (LPK) Merangin angkat bicara.

Mereka mendesak Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Koperasi Usaha Kecil Menegah (DP2KUKM) Merangin, dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Merangin, untuk menggelar Inspeksi ke seluruh mimimarket dan pedagang sembako di Merangin.

Bukan itu saja, bahkan LPK Merangin juga berharap kepada pihak intansi terkait, untuk cepat tanggap dan tidak hanya menunggu surat edaran dari Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Privinsi Jambi, untuk menggelar Sidak.

“Seharusnya pihak Dinas intansi terkait harus cepat tanggap soal adanya penemuan cacing pita yang tengah viral saat ini. Karna saya rasa masyarakat kita di Merangin tidak akan tahu bahwa ada produk-produk ilegal yang diperjual belikan,” ungkap Sekeretaris Lembaga Perlindungan Konsumen Merangin Marwan, saat dikonfirmasi jurnaljambi.co Juma’at (23/3).

“Kita berharap segera mungkin, jika perlu pihak Koperindag mengajak BPOM Provinsi Jambi turun ke Merangin, untuk mememerikasa obat-obatan, makanan yang kadaluarsa dan serta mengecek seluruh sarden yang ditemukan ada cacing pita pada daging sarden tersebut,” tambahnya.

Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Koperasi Usaha Kecil Menegah (DP2KUKM) Merangin Junaidi, saat dikonfirmasi via Handphone, mengatakan belum mengetahui informasi adanya penemuan cacing pita pada Sarden.

“Saya belum tau tentang informasi itu, karna belum ada surat edaran masuk ke kantor kita. Sekarang ini saya masih Bandung, dan sudah tiga hari, nanti Senin mendatang (26/3) kita koordinasi dengan Dinkes Merangin, karena soal teknis, dia yang lebih tau,” singkatnya.(*)