Puluhan Tahun Mengabdi, Nasib 148 Penyuluh Agama Masih Buram

oleh

ZAHKROWI

JURNALJAMBI.CO – Puluhan tahun mengabdi,  nasib 148 tenaga honorer penyuluh agama di 24 Kecamatan Kabupaten Merangin masih buram. Pasalnya, hingga kini, belum ada gambaran akan diangkat sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Merangin Marwan, saat dikonfirmasi jurnaljambi.co mengatakan, pihaknya belum menerima surat resmi dari Kementrian Agama tentang pengangkatan CPNS untuk para penyuluh agama.

“Sebenarnya kami berharap sekali adanya pengangkatan CPNS untuk para penyuluh agama. Tapi sampai saat ini kami belum mendapat kabar dari Kementrian Agama. Padahal, kita sangat butuh CPNS untuk bertugas di 18 Kantor KAU di Merangin,” ungkap Marwan.

Tak sekedar buramnya kabar pengangkatan CPNS, honorer penyuluh agama di Merangin pun hanya dibayar Rp 500 ribu perbulan. Padahal, sejak tahun 2017 lalu, Kementerian Agama telah menetapkan honor penyuluh agama sebesar Rp 1 juta perbulan.

“Sebenarnya gaji penyuluh ini ditetapkan Rp. 1 juta perbulan oleh Kementiaran Agama. Karena keterbatasan anggaran APBN, terpaksa gaji para penyuluh kita di Merangin hanya dibayar Rp 500 ribu perbulan. Itu pun sudah dinaikkan Rp 200 ribu dari tahun 2017 lalu yang hanya Rp 300 ribu,” jelasnya.

Kata Marwan, honor Rp 500 ribu perbulan ternyata tidak menjadi keluhan. Sebab, pekerjaan penyuluh agama yang tidak terlalu berat dan para penyuluh agama tetap bisa menjalankan pekerjaan lain.

“Tenaga penyuluh ini kerjanya berbeda dengan tenaga honorer di Kantor Kemenag, Ia bekerja itu pada sore dan malam hari. Jadi di siang hari, mereka bisa melakukan kegiatan lain dan tidak menggangu kegiatan pokok,” pungkasnya. (*)