Di Merangin, Ratusan Wanita Muda Ini Milih Menjanda karena Tak Dinafkahi dan Diselingkuhi

oleh
Ilustrasi/net

ZAKHROWI

JURNALJAMBI.CO- Ratusan wanita di Merangin Provinsi Jambi terpaksa memilik menggugat cerai suaminya ke Pengadilan Agama. Penyebabnya masih seputaran alasan klasik, karena perselingkuhan dan faktor ekonomi.

Data yang dikeluarkan Pengadilan Agama Bangko, Kabupaten Merangin, ada sekitar 368 kasus gugat cerai yang ditangani dan sudah selesai diproses. Rerata, penggugat adalah kaum perempuan atau sang istri yang usianya juga masih dikategorikan muda.

Panitera Muda Hukum Pandu Hukum Pengadilan Agama Bangko, Zari Wardana mengkalkulasikan angka kasus perceraian yang diterima dan sudah diputuskan pada tahun 2017 kemarin. Kata dia ada sebanyak 257 gugat cerai dan 100 orang cerai talak.

“Yang kita terima 2017 368 perkara, 9 perkara permohanan, 369 perkara gugatan, yang putus sebnyak 357 perkara. Jika dibandingkan dengan cerai talak yang dilakukan laki-laki itu hanya berkisar 100 perkara, tapi dari pihak perempuan sebanyak 257 perkara cerai gugat yang diputus selama tahun 2017,” ujarnya, Rabu (14/3/2018).

Selain faktor selingkuh dan ekonomi yang mendominasi perkara cerai itu, kata Zari faktor gugatan juga disebabkan karena sang suami tidak bertanggungjawab dan hubungan rumahtangga tidak harmonis lagi.

“Untuk kecamatan Bangko paling banyal, ada 84 perkara. Disusul Tabir Selatan 60 dan Pamenang 42 kasus. Rata-rata yang paling banyak berusia masih muda,”tukasnya.(*)