Pedagang Bilang Pangan dari Provinsi Tetangga, Selamet Sebut Jangan Tertipu Merek, Lho..Mana yang Benar…?

oleh
Kadis Ketahanan Pangan Kabupaten Merangin, Selamet

ZAKHROWI

JURNALJAMBI.CO – Kebutuhan pangan di Kabupaten Merangin Provinsi Jambi, saat ini masih banyak di datangkan dari luar kabupaten atau provinsi tetangga. Seorang pedagang di Merangin terang-terangan mengakui hal itu.

Pria yang tak ingin disebut namanya itu mengatakan, selama dia berdagang di kawasan Pasar Baru, Bangko, Merangin-Jambi, dia dan beberapa pedagang pangan lainnya selalu membeli hasil tanaman sayur mayur dari Kabupaten Kerinci dan Curup-Bengkulu, untuk kemudian di jual kepada masyarakat Merangin.

“Kalau tidak ada bantuan dari kabupaten tetangga, sektor pangan dari Merangin dak cukup untuk memenuhi kebutuhan pembeli,”ujarnya.

Selain dari Kerinci dan Curup, penyedia sayur-mayur dan beras juga datang dari Dhamasraya-Sumbar dan Lubuk Linggau. Dia malah beralibi, jika beberapa daerah yang disebutkannya dalam sehari tidak menyuplai sandang pangan, dikuatirkan masyarakat akan kesulitan dalam memperoleh ketersediaan bahan pokok.

“Jika terjadi gagal panen dari daerah tetangga tersebut, bagaimana tindakan dari pemerintah kito. Lokak dak makan masyarakat merangin ko, merangin ko punyo potensi alam dan mampu bersaing di sektor pangan,” jelasnya.

Dengan jumlah penduduk yang terus meningkat, katanya, maka untuk dapat memberikan jaminan pangan kepada pertambahan penduduk tersebut, diperlukan jaminan ketersediaan pangan yang memadai.” Ini adalah PR besar bagi pemerintah daerah,” tegasnya.

Terpisah Kepalas Dinas Ketahanan Pangan selamet saat dikonfimasi, membantah terkait isu kebutuhan pangan yang banyak diimfor dari luar daerah dimerangin. Dikatakannya, untuk saat sekarang kebutuhan pangan di Merangin mencukupi.

“Satgas ketahanan pangan selalu patroli memantau ketersedian pangan sampai dengan harga pangan,” akunya.

Dibeberkankannya, malahan beras dari merangin yang sering diimpor keluar daerah untuk mencukupi tonasenya. Karena mereka mempunyai kontrak dengan orang lain.

“Masyarakat merangin banyak yang tertipu oleh merek. Beras daerah Kecamatan Tabir itu banyak pedagang dari Sumatra Barat yang beli, beras dari Jangkat dan Sungai Manau pembelinya dari Kerinci,”tukasnya.(*)