Berkat Rekaman CCTV, Wanita di Sungaipenuh Dibekuk Aparat Usai Mencopet

oleh

YOSEP

JURNALJAMBI.CO – Ada-ada saja aksi yang dilakukan oleh ER alias ILA (40), warga Desa Sungai Jernih Kecamatan Pondok Tinggi Kota Sungai Penuh, Jambi. Ia nekat menjambret dompet milik korbannya, Ernawati.

Informasi yang dihimpun, Rabu (7/3) sekitar pukul 11.00, korban berniat membeli baju dipasar Kota Sungaipenuh. Setelah sampai disalah satu toko di pasar kota Sungai Penuh, korban melihat model-model baju. Karena ditoko tersebut korban belum menemukan baju yang diinginkannya, maka korban menuju ke toko lainnya.

Saat korban menuju toko lainnya, korban langsung terkejut melihat tas yang dibawanya sudah dalam keadaan terbuka. ketika dicek, ternyata dompet korban tidak ada lagi didalam tas dan korban langsung melaporkan ke Polsek Kota Sungaipenuh. Akibat peristiwa tersebut korban mengalami kerugian sekira Rp 3 juta.

Menindak lanjuti laporan dari Erna Wati Unit Reskrim Polsek Sungai Penuh langsung melakukan cek TKP dan melihat rekaman CCTV yang ada di TKP. Dari rekaman CCTV terlihat pelaku berinisial ER alias ILA melakukan pencopetan terhadap korban Ernawati.

Setelah mengetahui identitas pelaku, Unit Reskrim Polsek Sungai Penuh langsung melakukan pencarian terhadap pelaku. Sekitar pukul 16.00, polisi langsung melakukan penangkapan dan menyita barang bukti dari tersangka di Desa Sungai Jernih, Kec. Pondok Tinggi, Kota Sungai Penuh, Provinsi jambi.  Tersangka langsung diamankan di Mapolsek Kota Sungaipenuh untuk penyidikan lebih lanjut.

Kapolsek Kota Sungai Penuh IPTU Yudistira membenarkan kejadian tersebut.

“Ya,  tersangka berhasil kita amankan dan tersangka juga merupakan residivis,’ungkap Kapolsek.

Selain mengamankan tersangka Kapolsek Kota Sungai penuh Juga menyita beberapa barang bukti. Berupa satu buah dompet warna merah yang berisi uang sejumlah Rp 2.7 juta, satu buah ATM BRI, satu buah ATM BNI, satu buah Kartu Kredit BNI, satu buah KTP korban Ernawati binti Jalil Saabri.

Atas tindak pidana tersebut, tersangka di jerat dengan pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. (*)