Emi Beberkan Kronologis Ancaman Boikot Pengesahan RAPBD Jambi Tahun 2018

oleh

M. TAMI

JURNALJAMBI.CO – Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Provinsi Jambi, Emi Nofisah mengaku sempat mendengar adanya ancaman dari pihak Dewan untuk tidak akan hadir pada saat pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2018.

Menurut Emi, Hal itu ia dengar pada saat rapat antara Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemerintah Provinsi Jambi dengan tim Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Jambi dengan Dinas PUPR Provinsi Jambi pada 20 November 2017 lalu.

“Ada perdebatan antara Zainul Arfan (Anggota DPRD Red’) dengan Plt Kadis PUPR (Arpan Red’),” kata Emi Nofisah saat memberikan keterangan di ruang sidang Kartika Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jambi, Rabu (21/2/2018).

Emi yang saat itu menjadi saksi untuk terdakwa Saifudin, mengatakan, jika perdebatan antara Zainul Arpan dengan Arpan dikarenakan adanya usulan dewan ke pihak Dinas PUPR terkait dengan aspirasi masyarakat Merangin yang tidak dimasukan oleh pihak Dinas PUPR dalam RAPBD Provinsi Jambi tahun 2018.

Saksi Emi juga tidak menyangkal ada nya kecurigaan dia akan ada permintaan uang dari Dewan agar RAPBD ini berjalan dengan mulus.

Menurut Emi, Kecurigaan itu timbul dibenaknya bermula dari obrolan ia bersama dengan Elhelwi yang juga merupakan anggota DPRD Provinsi Jambi usai rapat digelar.

“Pada saat itu Pak Elhelwi bilang tergantung dari Dinas PUPR,” ungkap Emi.

Sementara itu, Saksi lainnya, Wasis juga membenarkan adanya perdebatan panas antara Zinul Arfan dengan H Arpan pada saat rapat itu.

“Dinas PUPR dibilang pembohong,” tutur Wasis kata pria yang pernah menjabat sebagai Kepala UPTD Alkal Dinas PUPR Provinsi Jambi itu. (*)