Cie…Terdakwa ‘Uang Ketok’ Menangis di Persidangan, Katanya ‘Uang Ketok’ Inisiatif Dewan

oleh

M. TAMI

JURNALJAMBI.CO – Terdakwa kasus dugaan korupsi ‘uang ketok palu’ untuk pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2018, Saifudin, kembali menjalani sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jambi, Rabu (21/2/2018).

Dihadapan Majelis Hakim, Saifudin mengungkapkan jika ‘uang ketok palu’ itu merupakan inisiatif dari anggota DPRD Provinsi Jambi.

Saifudin menuturkan ada permintaan yang diajukan oleh pihak komisi lll DPRD Provinsi Jambi pada saat rapat pembahasan dilakukan. Bahkan permintaan itu menurutnya tak hanya sebatas lisan melainkan juga ada surat.

“Apakah ada surat yang diajukan oleh Komisi lll, inilah cikal bakal terjadinya uang ketok ini,” tanya Saifudin kepada Sekretaris Dewan, Emi Nofisah yang saat itu jadi saksi.

Saifudin sendiri terlihat beberapa kali mengusap matanya dan terlihat menangis saat melontarkan pertanyaan itu kepada Emi.

Saksi Emi Nofisah juga mengakui jika permohonan itu memang ada, bahkan surat yang dimaksud oleh terdakwa Saifudin pun juga ada.

Namun demikian, menurut Emi, Permohonan itu ialah usulan dari pihak Dewan agar ada pemindahan anggaran dari OPD satu ke OPD lainnya.

“Iya memang, tapi (Surat Red’) tidak saya bawa,” kata Emi.

Lebih lanjut, Emi menuturkan, pengusulan itu tidak dapat diakomodir karena program anggaran masing-masing OPD sudah disusun sehingga tidak dapat dirubah lagi.

Sementara itu, Wasis yang juga merupakan saksi dalam perkara itu mengatakan jika dirinya pernah menerima telepon dari terdakwa Saifudin dan menanyakan persoalan ‘uang ketok palu’ yang akan diberikan kepada oknum Dewan.